
BULELENG – Mewakili Pj Bupati Buleleng, Gede Sandiyasa selaku Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng melepas 16 regu peserta Napak Tilas Anglurah Panji Sakti.
Tak hanya menekankan pentingnya pengetahuan dan pemahaman generasi muda tentang sejarah lahirnya Kota Singaraja, kegiatan yang sempat vakum selama 2 tahun karena pandemi Covid-19 juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta tanah air, mengenal sekaligus memiliki figur dalam mengembangkan kapasitas diri, sehingga memiliki spirit untuk berperan serta, berkontribusi nyata dalam pembangunan Buleleng.
“Melalui kegiatan ini kita tumbuhkembangkan semangat para generasi muda Buleleng untuk senantiasa bangga, bisa meningkatkan kapasitasnya, sehingga mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan di Gumi Panji Sakti,” tandas Gede Sandiyasa pada acara pelepasan peserta Napak Tilas Ki Barak Panji Sakti di Pura Luhur Yeh Ketipat – Desa Wanagiri, Jumat (22/3/2024).
Mantan Kadisos yang kini menjabat Sekretaris DPRD Buleleng ini menegaskan, lomba napak tilas serangkaian HUT ke-420 Kota Singaraja yang menyediakan total hadiah senilai Rp 18,5 Juta ini juga diharapkan bisa menjadi ikon sekaligus dikembangkan sebagai destinasi wisata alam di Kabupaten Buleleng.
“Selain menanamkan spirit, nilai-nilai perjuangan Anglurah Panji Sakti dalam membangun dan mengembangkan Kerajaan Buleleng sebagai cikal bakal berdirinya Kota Singaraja, kegiatan napak tilas ini juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alam yang sudah banyak berkembang di Kecamatan Sukasada,” tandas Sandiyasa diapresiasi Made Astika.
Selaku Kepala Disdikpora Buleleng Astika memaparkan napak tilas yang menempuh jarak 17,5 Km, start dari Pura Yeh Ketipat, menelusuri jalan raya Desa Wanagiri, Pegayaman, Padangbulia dan Finis di Monumen Tri Yudha Sakti ini menyedikan hadiah dengan total nilai Rp 18,5 Juta. (kar/jon)








