
GIANYAR – Seorang pasien mengeluhkan pelayanan RSUD Payangan Gianyar terkait perawatan luka di jarinya di media sosial.
“jaritan luka sebuah RUMAH SAKIT UMUM DAERAH @rsupapayangan. Luka robek yg panjang, hanya d jarit 1 saja,, akhirnya dijarit ulang d RSUP SANGLAH. Apakah begitu pelayanannya d RSUD PAYANGAN???” tulisnya di media sosial.
Keluhan pasien tersebut ditanggapi Direktur RSUD Payangan, dr I Gusti Ngurah Gede Putra.
“Terkait dengan pasien dengan inisial NS, laki-laki berusia 59 tahun, telah dilakukan penangan sesuai dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang ada, sebelum dirujuk ke fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjut (dengan sarana yang lebih memadai) untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang bedah saraf yang kita rujuk konsulkan,” ujar Ngurah Gede Putra, Senin (18/3/2024).
Ia menyebut pasien merupakan korban kecelakaan lalu lintas yang diterima di UGD RSU Payangan pada 16 Maret 2024 dalam kondisi penurunan kesadaran dan gelisah (GCS E2V2M5). Pada pasien ditemukan luka multiple pada kepala, wajah, tangan dan kaki.
“Berdasarkan pemeriksaan oleh dokter yang bertugas serta konsulen Bedah yang bertugas saat itu, kemudian dilakukan penanganan kegawatdaruratan dengan mengutamakan penanganan suspek cedera kepala yang dialami oleh pasien guna penyelamatan nyawa pasien (primary survey),” jelasnya.
Terkait Penanganan pada luka-luka lainnya (pada extremitas tangan, kaki) yang termasuk secondary survey dilakukan dengan perawatan luka situasional bersifat sementara dan berfungsi untuk mencegah terjadinya perdarahan lebih lanjut dan akan dirawat lebih lanjut setelah primary survey tertangani.
“Hal ini dilakukan karena pada kondisi ini penanganan mengutamakan penyelamatan nyawa yang disebabkan oleh kecurigaan adanya perdarahan intra kranial akibat cedera kepala (suspek fraktur basis cranii), dan penanganan luka lainnya akan dilakukan lebih lanjut setelah kondisi kegawatdaruratan tersebut tertangani,” ungkpanya.
Pada pasien dilakukan rujukan ke fasilitas Kesehatan rujukan tingkat lanjut untuk mendapatkan penatalaksanaan lebih lanjut dari bidang Bedah Saraf, Monitoring, dan Evaluasi lanjutan untuk pelayanan kondisi pasien. Jadi dapat kami sampaikan bahwa penanganan Primary Survey pasien tersebut sudah memenuhi keseuaian dengan SPO dalam bidang kegawat daruratan.
“Kami sangat concern dan menyampaikan apresiasi atas atensi yang tinggi dari masyarakat demi perbaikan pelayanan kami di masa yang akan datang. Kami pun terbuka kepada seluruh masyarakat dalam menyampaikan masukan membangun melalui media yang sudah kami sediakan atau disampaikan secara langsung ke petugas di rumah sakit,” tandasnya. (jay)








