
GIANYAR – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar mengklaim volume sampah pada Hari Raya Kuningan dan setelah malam pengerupukan meningkat. Terrhadap kondisi ini, jam buka TPA diperpanjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, Ni Made Mirnawati, Selasa (12/3) mengatakan sampah hari raya kuningan dan pengrupukan memang meningkat dari hari biasanya. Sampah paling banyak adalah sampah jalanan sisa dari pengarakan ogoh-ogoh. Mengantisipasi penumpukan di jalan, pihaknya melakukan pembukaan TPA Temesi lebih awal, dan menutupnya lebih lambat.
“Untuk sampah di hari raya Kuningan dan Nyepi ini memang ada peningkatan , upaya yang kita lakukan adalah menambah jadwal pengangkutan oleh truk sampah dan armada lainnya dan jam penyapuan untuk menangani sampah berserakan di jalan yang digunakan untuk pawai ogoh-ogoh,” ujar Mirna.
Selain itu, menghindari kendala di TPA, juga dilakukan penambahan jam buka menjadi 1 jam lebih awal (04.00 wita ) dan ditutup 1 jam lebih lambat ( 20.00 wita). “Karena volume sampah meningkat, agar tidak terjadi penumpukan di TPA juga,” ujarnya.
Diakui Mirna, sampai pagi ini memang masih terlihat beberapa tumpukan sampah di beberapa jalan di kota, karena masih menunggu angkutan ke 2 dan memang karena terjadi antrean truk di TPA akibat peningkatan jumlah armada pengangkut sampah ke TPA.
“Kita atur jadwal masuk TPA antara sampah organik, non organik dan residu. Sehingga terjadi sedikit penumpukan. Niki kita lakukan agar warga mau memilah sampah. Karena sampai sekarang jumlah warga yang memilah masih sangat kecil,” tandas birokrat asal Kelurahan Bitera ini. (jay)








