
BULELENG – Gerakan menuju Buleleng Smart City (BSC) terus melaju dan semakin mengerucut.
Sampai dengan pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) tahap III, penyusunan masterplan Smart City Kabupaten Buleleng yang terpilih Kemenkominfo Republik Indonesia bersama 50 provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia untuk didorong mewujudkan kota cerdas, sudah sesuai dengan harapan.
“Bahwa dalam smart city, kita melihat perlunya 6 dimensi yang secara insentif perlu dikelola dengan baik, disinkronkan dan dikordinasikan agar dapat dilaksanakan sesuai dengan RPD yang saat ini berlaku di Kabupaten Buleleng,” tandas Diah Mutiarin selaku pendamping, tenaga ahli Kemenkominfo Republik Indonesia pada pembukaan Bimtek tahap IV di Banyualit Spa’n Resort, Rabu (4/10/2023).
Mutiarin mengapresiasi hasil diskusi bersama Pj. Bupati Buleleng,Dewan Smart City dan 6 Tim Dimensi yang telah merumuskan visi smart city Buleleng Cerdas Menuju Kerta Raharja berdasarkan Tri Hita Karana yang diturunkan kedalam 6 misi Smart City serta 6 Quick Win.
“Quick Win ini merupakan lompatan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah untuk mengidentifikasi dan mengakselerasi program-program dalam Smart City. Tahun 2024, diharapakan Quick Win yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan, diikuti dengan peta jalan atau masterplan smart city dalam 5 tahun kedepan dan dalam jangka panjang 10 tahun yang akan datang,” jelasnya.
Ia juga mengapresisi kesiapan minset, stuktur, infrastruktur dan suprastruktur Kabupaten Buleleng yang sangat bagus. Suprastruktur berupa peraturan bupati, kata Mutiarin, sangat mendukung program smart city antara lain pengaturan kedudukan dewan smart city dan pemenuhan infrastruktur.
“Dan yang terakhir adalah cultur, diwujudkan bagaimana kesiapan masyarakat dalam menjalankan smart city. Kami ucapkan terimakasih atas dukungan Pj. Bupati, Dewan Smart City dan Diskominfosanti yang telah memfasilitasi Bimtek sehingga berlangsung secara paripurna,” tandas Mutiarin diapresiasi Ketut Lihadnyana.
Selaku Pj. Bupati Buleleng, Lihadnyana menyatakan berkomitmen sekaligus mendukung konsep smart city, yang mana semua layanan dalam bentuk administrasi, infrastruktur sampai dengan pembangunan dengan model ramah lingkungan.
“Dapat dijadikan solusi terbaik dalam pengendalian permasalahan di Buleleng. Saya harapkan seluruh komponen berkomitmen melaksanakan 6 misi smart city yang dirumuskan, salah satunya digitalisasi pada transaksi keuangan, harus menjadi budaya di Buleleng,” pungkasnya.(kar/jon)








