
GIANYAR – Sumur permukaan milik warga di Banjar Dauh Uma dan Banjar Dukuh Desa Bitera, Kecamatan/kabupaten Gianyar mengering.
Kondisi ini sudah terjadi sejak sebulan lalu. Warga pun meminta bantuan air bersih ke tetangga.
Agung Anom mengaku baru kali pertama sumurnya mengering. Selama ini, kendati musim kemarau, debit air di sumurnya masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sampun seminggu kondisinya (sumur mengering) di Bitera Dauh Uma dan Dukuh,” ujarnya, Minggu (1/10/2023).
Di komplek perumahannya yang berlokasi di Dauh Uma Bitra, baru dua sumur permukaan warga yang mengalami kekeringan. Diperkirakan di daerah dukuh bisa lebih dari dua sumur.
Untuk kebutuhan sehari-hari, keluarganya pun meminta air ke tetangga yang menggunakan sumur bor.
“Tetangga juga mengalami bahkan sejak sebulan lalu. Ia memanfaatkan air sungai dan air kemasan untuk minum,” jelasnya.
Kondisi ini menurutnya karena cuaca panas ditambah lagi debit air subak mengalami perbaikan dan musim kemarau, hingga pengupan air disumur cukup tinggi. “Untuk saat ini ia berencana akan mencari tukang sumur bor,” terangnya.
Sementara, Stasiun klimatologi Provinsi Bali, Wilayah Gianyar memperkirakan tidak akan turun hujan selama 30 hari kedepan.
“Menurut link dari BMKG puncaknya kemarau antara September – Oktober,” ujar kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamaba.
Suamba mengimbau masyarakat untuk melakukan antisipasi dini, seperti aktivitas upayakan di dalam rumah, Waspada terhadap dahan/lahan kering yang ada di sekitar, untuk mencegah kebakaran. Jaga stamina dan kesehatan agar hindari dihedrasi. Selalu siaga dan koordinasi dengan Damkar. “Surat edaran terkait antisipasi menghadapi Elnino telah kita terima,” ujarnya. (jay)








