Gianyar

Pemkab Gianyar Siapkan Grand Design Atasi Kemacetan Ubud

GIANYAR – Dinas Perhubungan Gianyar telah menyiapkan solusi untuk melancarkan lalu lintas di kawasan wisata Ubud yang selama ini menjadi keluhan masyarakat maupun wisatawan.

Kepala Dinas Perhubungan Gianyar I Made Arianta mengatakan, solusi jangka panjang akan dibangun jalan lingkar atau ring road di wilayah selatan,  yakni Kengetan, Singakerta, Lodtunduh, Mas. Sedangkan di utara wilayah Pejeng, Tegalalang, dan Kedewatan.

Sementara jangka menengah akan dibangun sentral parkir yang berpusat di Taman Pule, Singekerta, Ambengan, Lapangan Astina Ubud, Kedewatan Pura Dalem Surgan.

“DED sudah selesai, ada lima sentral parkir. Bagian dari Ulapan mobility Plan, yang pembagian tugasnya kabupaten menyiapan DED. Sementara Pendanaanya dari pusat,” kata I Made Arianta didampingi Sekda Dewa Alit Mudirta.

Untuk menghubungkan antar sentral parkir akan dilengkapi dengan shutle yang saat ini modelnya sudah disusun bisnis plannya oleh Toyota Faudation. Jika lulus bisa ikut dikelola oleh pengusaha tranpsortasi Pariwisata setempat.
“Saat ini sudah dilakukan percobaan shutle dari Toyota Foundations,” ungkapnya.

Sementara, untuk jangka pendek telah dilakukan setrialiasi parkir yang saat ini dinilai cukup berhasil.
“Sejak Juni, kami bersama Satlantas Polres Gianyar dan Polsek Ubud telah melakukan upaya baik persuasif dan upaya penggembosan atau pun penderekan. Sehingga parkir liar hingga hampir tidak ditemukan sepanjang jalan Ubud,” ujarnya.

Selanjutanya ada penjagaan yang memerlukan pengaturan.  Tak kalah pentingnya juga rekayasa lalulitas di beberapa jalan wilayah Ubud, menjadi jalan satu arah. Seperti Jalan Made Lebah Banjar kalah Peliatan menuju pengosekan.
“Kami sudah surevi, kendaarn yang kebarat itu 80% akan menuju Nyuh kuning. Karena Simpangannya pendek dan mengunci makanya kemacetan didaerah itu tidak terhindarkan. Kalau dijadikan satu arah dari barat ketimur, Simpang Tegas Nyuh kuning dipastikan akan teruarai. Begitu juga jalan Tirta Tawar Kutuh, jadi satu ke utara, Jro Gadung Ngelodan Satu arah,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sastra Saraswati Sewana VI, Puri Kauhan Ubud Angkat Visi Persatuan Nusantara

Rekaya lalu lintas ini akan dilakukan secepatnya paling lambat Oktober pertengahan.
“Akan silakukan sosialisi dulu rekayasa lalulitas target bulan Oktober, mulai sosialisi. Menunggu karya di pura Desa Peliatan Ubud  selesai dulu. Ubud macet karena banyak kendaraan dan jalan tidak bisa dilebarakan. Agar meminimalisir kendaraan maka perlu ada kantong parkir untuk menghubungkan kantong parkir diperlukan shutle,” tandasnya. (jay)

Back to top button