
GIANYAR – Bupati Gianyar Made Mahayastra membacakan pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2024. Dalam racangan tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp 40 miliar untuk pembebasan lahan yang diperuntukkan untuk GOR dan sejumlah fasilitas publik lainnya.
Sidang Paripurna berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Gianyar, Selasa (19/9/2023). Menjadi cukup istimewa karena Bupati Mahayastra akan mengakhiri masajabatannya pada (20/9). Sidang di pimpin ketua DPRD Gianyar, I Wayan Tagel Winarta.
Dalam penyampaian pengantarnya, Mahayastra mengatakan RAPBD Gianyar tahun 2024 sebagai gambaran mengenai kemampuan keuangan daerah serta arah kebijakan penggunaan dananya.
Dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2024, Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp 2,780 trilyun lebih, terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 1,669 trilyun lebih atau 60,04 persen. Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp 1,110 trilyun lebih atau 39,36 persen.
Rencana PAD dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp 1,669 trilyun lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp 279,314 milyar lebih atau 20,10 persen dibandingkan PAD Tahun Anggaran 2023. Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi pada tahun sebelumnya dan tingkat pertumbuhan ekonomi. Struktur PAD masih didominasi oleh rencana penerimaan dari pajak daerah, dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan diluar pajak daerah seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah.
Pendapatan Transfer dalam Rancangan APBD Tahun Anggaran 2024 direncanakan sebesar Rp 1,110 trilyun lebih, yang bersumber dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer Antar Daerah.
Selanjutnya Belanja Daerah dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2024, direncanakan sebesar Rp 2,682 trilyun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp.1,792 trilyun lebih atau 66,83 persen, Belanja Modal sebesar Rp.585,593 milyar lebih atau 21,83 persen, Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.500 juta atau 0,02 persen dan Belanja Transfer sebesar Rp.303,437 milyar lebih atau 11,31 persen.
Belanja Operasi terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp.815,927 milyar lebih atau 45,52 persen, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp.751,526 milyar lebih atau 41,93 persen, Belanja Bunga sebesar Rp.20,400 Milyar atau 1,14 persen, Belanja Hibah sebesar Rp.201,604 milyar lebih atau 11,25 persen dan Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp.3,039 milyar lebih atau 0,17 persen.
Belanja Modal, terdiri dari Belanja Modal Tanah sebesar Rp.40,531 milyar lebih atau 6,92 persen, Belanja Modal Peralatan dan Mesin sebesar Rp.86,638 milyar lebih atau 14,79 persen, Belanja Modal Gedung dan Bangunan sebesar Rp.310,167 milyar lebih atau 52,97 persen, Belanja Modal Jalan, Jaringan, dan Irigasi sebesar Rp.140,958 milyar lebih atau 24,07 persen, Belanja Modal Aset Tetap Lainnya sebesar Rp.6,804 milyar lebih atau 1,16 persen dan Belanja Modal Aset Lainnya sebesar Rp.492.545 juta lebih atau 0,08 persen.
Belanja Tidak Terduga direncanakan sebesar Rp.500 juta atau 0,02 persen dari total belanja daerah.
Belanja Transfer, terdiri dari Belanja Bagi Hasil sebesar Rp.146,616 Milyar lebih atau 48,32 persen dan Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp.156,820 Milyar lebih atau 51,68 persen.
Surplus anggaran dalam Rancangan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp.97,985 milyar lebih. Hal ini terjadi karena rencana pendapatan untuk membiayai sektor prioritas seperti tersebut diatas, lebih besar dibandingkan dengan proyeksi rencana belanja. Namun surplus anggaran tahun 2024 tersebut akan digunakan untuk menutupi pembiayaan netto yang minus sebesar Rp.97,985 milyar lebih.
“Pembebasa lahan itu akan digunakan lanjutan kita memvangun Gor, SMP Negeri 1 Gianyar, Ardacandra, jika memungkinkan digunakan untuk pembangunan Politeknik Negeri Gianyar atau Bali yang saat ini lokasi Sukawati kurang representatif,” ujarnya.
Luas lahan yang disiapkan sekitar 20 hekta. Saat ini telah dilakukan pembabasan seluas 10 haktar. Akan dilanjutkan pengadan 10 hekater di tahun depan. “Pemerintah harus berani tiap tahun membeli tanah membeli aset untuk kepetingam strategis. sekarang kita fokus di tempat itu dulu (Desa Babakan-red),” ujarnya. Sidang lanjutakan akan dilakukan minggu depan. (jay)








