BadungLingkunganPariwisataTerkini

Pengaspalan Jalan Kembar Alas Arum Kutuh-Sawangan Rampung

KUTSEL – Setelah bertahun-tahun, Jalan Alas Arum yang menghubungkan antara Desa Kutuh dan Sawangan akhirnya tersambung dan teraspal pada kedua jalurnya. Meski demikian, keberadaannya belumlah dilengkapi dengan berbagai fasilitas lainnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba menuturkan pengaspalan terhadap akses tersebut telah rampung belum lama ini. Selain ter-hotmix, jalan tersebut juga sudah lengkap dengan marka.

Diakui dia, badan jalan Kutuh-Sawangan itu notabene merupakan bagian dari program Jalan Lingkar Selatan. Yang mana ke depan, pihaknya akan lanjut mengerjakan pembuatan badan jalan pada ruas berikutnya.

BACA JUGA:   Menparekraf Tantang Tabanan Bisa Masuk Unesco Creative Cities  Network

“Untuk badan jalan di jalan Kutuh-Sawangan memang sudah selesai untuk badan jalannya. Selanjutnya ruas Labuan Sait menuju Jimbaran itu masih tahap pembebasan lahan. Itu akan menjadi prioritas kami saat ini,” ucapnya.

Tidak dipungkirinya, meski sudah teraspal, akses tersebut belumlah dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya. Di antaranya seperti trotoar, taman, rambu, dan lain sebagainya.

“Itu menyusul nanti ke depan,” imbuhnya.

Sementara terpisah, terhubungnya Jalan Alas Arum Kutuh-Sawangan disambut positif oleh Perbekel Kutuh, I Wayan Mudana. Terlebih, itu sudah lama menjadi harapan bagi warga desa setempat.

BACA JUGA:   Peringati Bulan Bung Karno, BMI Buleleng Tanam Pohon di Pura Puncak Landep

Terutama berkenaan dengan kekroditan lalu lintas di Jalan Dharmawangsa, yang selama ini merupakan satu-satunya akses penghubung antara Kutuh dengan Nusa Dua.

“Kami sangat senang dengan terealisasinya jalan ini. Sebab hal ini sangat kami butuhkan dan menjadi harapan lama kami,” akunya.

Kaitan dengan itu pula dia berharap agar penataan tersebut bisa dilanjutkan dengan penambahan fasilitas-fasilitas lainnya. Sehingga benar-benar representatif sebagai akses sejumlah obyek wisata di wilayah Kutuh, Ungasan, Pecatu, dan Nusa Dua. (adi/jon)

Back to top button