
MANGUPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung mencatat total terjadi 45 peristiwa kebencanaan akibat cuaca ekstrim di wilayah Kabupaten Badung pada 7 dan 8 Juli 2023. Dengan total kerugian yang angkanya mencapai Rp 1,465 miliar.
“Dalam dua hari kemarin, kami dari Bidang 2 telah melakukan penanganan dan assesment. Bahkan hingga saat ini kami masih melakukan penanganan dan pembersihan dampak dari bencana,” sebut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, I Ketut Murdika dihubungi Minggu (9/7/2023).
Seizin Kalaksa BPBD Badung dia menyampaikan, di tanggal 7 Juli 2023, terjadi 27 peristiwa kebencanaan. 11 peristiwa di antaranya terjadi di wilayah Abiansemal, 8 peristiwa di Mengwi, 6 peristiwa di Petang, dan 2 peristiwa di Kuta Selatan. Jenisnya yakni 10 tanah longsor, 10 pohon tumbang, 3 tembok roboh, 2 senderan jebol, 1 banjir, dan 1 tembok retak. Yang mana seluruh kejadian tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian senilai Rp 450 juta.
Sedangkan untuk di tanggal 8 Juli 2023, total kejadiannya sebanyak 18 peristiwa. 11 di antaranya terjadi di wilayah Abiansemal, dan 7 sisanya di wilayah Petang. Jenisnya, 6 di antaranya adalah tanah longsor, 5 pohon tumbang, 3 atap rumah roboh, 2 senderan jebol, 1 tembok roboh, dan 1 dapur longsor. Yang mana belasan kejadian tersebut kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 1,015 miliar.
Lebih lanjut menurut Murdika, secara umum dampak dari bencana tersebut bisa saja mendapat bantuan stimulus dari Pemerintah Kabupaten Badung. Namun pastinya, itu harus didahului dengan pengajuan proposal.
“Nantinya dari Bidang 3 melalui Tim Jitupasna (Pengkaji Kebutuhan Pascabencana) akan melakukan kajian terhadap kerugian bencana, dan berapa akan mendapatkan bantuan,” jelasnya sembari meminta segenap masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana ke depan. Misalnya dengan melakukan antisipasi terhadap pohon yang berpotensi tumbang. (adi/jon)








