
GIANYAR – Tembok penyengker Pura Pemaksan Pasek Gelgel di Banjar Kembengan, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar, ambruk Selasa (9/5/2023).
Robohnya penyengker sepanjang 15 meter itu terjadi sesaat setelah turun hujan lebat sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapolsek Gianyar Kompol I Gede Sudyatmaja mengatakan, tembok penyengker pura roboh diperkirakan akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan sejak tengah malam.
“Tidak ada korban jiwa, kerugian diperkirakan mencapai Rp40 juta,”ujar Kompol I Gede Sudyatmaja.
Di waktu hampir bersamaan, tembok penyengker juga roboh dan menimpa tembok bale daja sepanjang 3,5 meter milik Kadek Kartana (42) di Banjar Sidan Kaja, Kecamatan Gianyar.
Kejadian itu tidak sampai mengakibatkan korban jiwa maupun luka-luka. Sedangkan kerugian material diperkirakan Rp50 juta.
Sementara di Banjar Pengosekan Kelod, Desa Mas, Kecamatan Ubud, tembok bangunan sebuah toko bangunan Sari Pertiwi milik Gusti Kompiang Miasa ( 55 ) mengalami longsor/jebol sampai menutupi setengan badan jalan.
Panjang tembok diperkirakan 15 m dan tingginya sekitar 5 meter . Dengan adanya kejadian terasebut masyarakat bersama aparat melaksanakan pembersihan dengan alat seadanya, agar material yang menutupi badan jalan menuju Banjar Kumbuh bisa dibersihkan dan akses jalan kembali bisa dilewati oleh kendaraan.
Kejadian tersebut hanya mengalami kerugian Material dan Nihil adanya korban jiwa, dan Pemilik/korban Gusti Kompiang Miasa diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp15 Juta. (jay)








