
KUTSEL – I Wayan Redita (51) ditemukan sudah tidak bernyawa pada Minggu (26/3/2023). Dia adalah seorang pemancing yang sempat dikabarkan hilang setelah sampannya terhantam ombak di perairan Labuan Sait, Pecatu, Sabtu (25/3/2023).
Kepala Seksi Operasi SAR dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), I Wayan Suwena menuturkan, tubuh Redita ditemukan tergeletak di aras karang. Karena kebetulan ketika itu air dalam keadaan surut.
“Posisi penemuan berada di batu karang Pantai Suluban. Yakni arah timur LKP (Last Know Position) dengan jarak 0,3 Nm. Selanjutnya tim SAR mengevakuasi jenasahnya dan dibawa ke rumah duka,” ungkapnya.
Untuk diketahui, kejadian bermula pada Jumat (24/3/2023) malam. Dimana Redita bersama temannya ketika itu berangkat memancing menggunakan sampan dari Pantai Labuan Sait.
Namun nahas, keesokan paginya sekitar pukul 04.00 Wita, perahu mereka terhantam ombak. Dari daratan, jarak lokasi kejadian sekitar 4,5 Nm. Rekan Redita berhasil selamat, sedangkan Redita sendiri dinyatakan hilang.
Basarnas Bali langsung bergerak begitu mendapat informasi tersebut sekitar pukul 08.15 Wita. Sebanyak 17 personel digerakkan sekaligus melakukan koordinasi dengan nelayan, Balawista, serta Babinsa setempat.
“Tim darat melakukan pemamtauan dan koordinasi dengan nelayan setempat. Luas area pencarian pada operasi SAR hari pertama yakni kurang lebih 18 Nm2,” beber Suwena mengenai pencarian hari pertama yang dilaksanakan hingga pukul 18.00 Wita itu. (adi/jon)








