
BULELENG – Kyoto Rakuchu of Rotary Club dan Kyoto Rakuchu of Rotaruct Club dari Jepang, apresiasi pembukaan North Bali School of The Arts (NBSA) di Kawasan Pariwisata Lovina.
Selain ramah lingkungan dan wahana belajar bagi pengidap ‘disleksia’, kesulitan belajar yang menyebabkan masalah dengan membaca, menulis dan mengeja, sekolah ini juga bertujuan membentuk siswa kreatif, inovatif dan memiliki kompetensi strategis sektor ketenagakerjaan.
“Kami mendukung, memberikan apresiasi terhadap sekolah kejuruan IT dan Seni, bagi siswa berusia 17 – 22 tahun, pemikir kreatif yang tidak bisa belajar dengan metode konvensional,” tandas Chisa Saimoh dari Kyoto Rakuchu of Rotaruct Club Jepang usai menyerahkan donasi kepada Andrea Carrol di Kampus di NBSA, Desa Kalibukbuk-Lovina, Sabtu (18/3/2023).
Cisha didampingi Nozaki selaku Presiden Kyoto Rakuchu of Rotary Club Jepang menandaskan sebagai bentuk apresiasi terhadap visi dan misi NBSA, Kyoto Rotaruct Club yang aktif mempromosikan masyarakat ramah ‘disleksia’ agar mampu mencapai potensi penuh mereka, memberikan bantuan 2 unit laptop.
“Bantuan dua unit laptop ini, kami harapkan bisa digunakan sekolah ini untuk memberikan pendidikan kepada kaum disleksia di Bali, khususnya di Bali Utara,” tandas Cisha dibenarkan Nozaki. Presiden Kyoto Rakuchu of Rotary Club Jepang ini mengapresiasi NBSA sebagai sekolah karbon netral ramah lingkungan yang dibangun dengan bahan bangunan alami dan daur ulang.
“Saya harap, sekolah ini dapat menumbuhkan pemikiran kritis dan kreatif, ekspresi artistik, komunikasi efektif, kesadaran budaya dan keterlibatan masyarakat,” tandasnya.
Sementara Andrea Carrol selaku owner sekaligus penggagas NBSA menyatakan dengan network, jaringan yang luas baik di Eropa, terutama Inggris maupun Amerika menargetkan penerimaan siswa perdana pada Bulan Juni 2023 sebanyak 50-100 orang.
“Dengan metode pendidikan, belajar sambil melakukan siswa diharapkan mampu dan memiliki keterampilan, kompetensi strategis pada sektor ketenagakerjaan. Tidak hanya tergantung sektor pariwisata,” terangnya.
Dengan study selama 3 tahun, dimana tahun 3 siswa sudah bisa magang dan dibayar selama 12 bulan, sekolah terakreditasi dan setara D1 serta D2 yang dikelola Yayasan Pendukung Disleksia Bali ini memiliki 8 jurusan. “Dua jurusan wajib, EFL Literacy, English dan Climate Change Education. Dan enam lainnya meliputi Virtual Reality-3D Drawing, Digital Marketing, Digital Arts, Textiles & Fashion Design, Coding & Programming dan Performing Arts/Media,” pungkasnya. (kar,dha)








