
KUTA – Meski bangunan sudah kelar, Desa Adat Kuta masih belum menentukan para pedagang yang nantinya akan menempati gedung Pasar Seni baru. Namun demikian, para pedagang yang dahulunya beraktivitas di Pasar Seni lama, dipastikan akan tetap dijadikan sebagai prioritas.
Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista menuturkan, sama seperti sebelumnya, setidaknya terdapat 204 peluang yang disediakan untuk nantinya diisi oleh para pedagang Pasar Seni. Ratusan peluang dimaksud berada pada bagian lantai 1 dan 2 gedung Pasar Seni yang dibangun ulang serangkaian proyek Penataan Pantai Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta).
“Pedagang yang lama, semuanya akan menjadi prioritas. Kemarin di dalam rapat desa adat, keputusannya seperti itu. Tapi kembali lagi, apakah berminat atau tidak,” tegasnya, Kamis (9/2/2023).
Sementara untuk lantai III, rencananya dibuka untuk usaha-usaha lain. Yang diharapkan dapat memancing wisatawan untuk singgah di Pasar Seni Kuta.
“Untuk pengaturannya nanti, itu sudah ada tim tata kelolanya. Apakah nanti produk baju yang berada pada lantai terbawah, dan sebagainya,” tambahnya.
Oleh gedung baru saat ini, Wasista berharap agar Pasar Seni Kuta dapat beroperasi secara maksimal sehingga mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
Sejalan dengan itu, bahkan muncul sebuah rencana untuk menjalin kerjasama dengan para travel agent. Dengan harapan agar Pasar Seni Kuta dijadikan sebagai salah satu tujuan dalam perjalanan wisata.
“Promosinya akan kami genjot,” pungkasnya. (adi/jon)








