
TABANAN -Masyarakat kini harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, harga jual eceran gas LPG tabung 3 Kilogram mulai naik sejak Senin (16/1/2023). Kini harga eceran tertinggi yang ditetapkan Pemprov Bali sebesar Rp 18 ribu. Namun di warung atau pengecer harga jual sampai Rp22 Ribu.
Salah satu agen LPG subsidi tabung 3 kilogram PT Gadarata , I Gusti Ngurah Gede Siwa Genta ketika dikonfirmasi membenarkan kalau harganya sudah naik terhitung sejak Senin (16/1/2023). Kenaikan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Bali Nomor 866/01-C/HK/2022 Tentang besaran Komponen dan Harga Eceran Tertinggi LPG Tabung 3 Kilogram di Provinsi Bali tertanggal 1 Desember 2022 dan Pergub Nomor 63 Tahun 2022.
“Memang harga LPG tabung 3 Kilogram mulai naik sejak kemarin,” ungkapnya, Selasa (17/1/2023).
Dijelaskan, kenaikan harga LPG tabung 3 Kilogram cukup besar. Sebelumnya harga di tingkat agen sebesar Rp14.500, kini menjadi Rp16.000. sementara harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemprov Bali sebesar Rp 18.000 per tabung.
“Aturannya seperti itu, HET ditetapkan sebesar Rp 18.000, namun di tingkat pengecer kami kurang tahu,” ucapnya.
Kedepan kata Bendesa Adat Kota Tabanan ini, tidak ada lagi pengecer LPG tabung 3 kilogram. Para pengecer diharapkan bisa menjadi pangkalan, sehingga harga jual merata di seluruh Bali sesuai HET.
“Kedepannya diharapkan seperti itu, sehingga masyarakat membeli LPG tabung 3 kilogram dengan harga sama sesuai HET,” ucapnya.
Sementara itu, harga jual LPG tabung 3 kilogram di tingkat pengecer seperti warung sudah naik. Kini di pasaran harga LPG mencapai Rp 20 ribu Hal ini disampaikan, I Ketut Artana, Banjar Jambe Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan.
Artana mengatakan, dirinya terpaksa menaikan harga jual sekitar Rp 2.000 dari harga beli. Dari pangkalan sendiri, dirinya mendapat harga Rp 18 ribu per tabung gas. Atas kondisi ini, masyarakat sudah banyak yang tahu dan tidak kaget atas hal tersebut.
“Masyarakat sudah tidak kaget dengan kenaikan ini karena mereka sudah tahu sebelumnya. Apalagi sebelumnya harga kebutuhan lain juga naik,” katanya.
Misalnya saja, beras sebagai salah satu komoditi pangan yang juga naik. Harga per sak beras itu naik terus sejak sebulan lalu. Mulai dari beli Rp 245 ribu dijual Rp 250 ribu. Sekarang Rp 260 dan dijual Rp 265 ribu. Sehingga dengan naiknya beras maka kebutuhan lain juga akan naik seperti LPG dan kebutuhan lainnya.
Hal senada disampaikan pemilik pangkalan Putu Novi. Dia mengatakan, pihaknya dari agen mendapat sekitar Rp 16 ribu dan dijual sekitar Rp18 ribu. Kemungkinan ini adalah kebijakan dari Pertamina yang juga sudah ada surat edaran Gubernur Bali. Paling tidak dirinya bisa menjual dalam satu hari sekitar 100 tabung LPG 3 kilogram paling maksimal.
“Saya bisa melayani 100 tabung khusus untuk wilayah Banjar Jambe Baleran, Banjar Gerang dan Jambe Delod juga. Jadi ya kalau dari saya Rp18 ribu, kalau di kelontong kami tidak tahu,” ucapnya.
Sementara salah seorang pedagang di Sanggulan Ni Kadek Karyawati menyebutkan pihaknya mendapatkan pasokan dari pangkalan sebesar Rp18.500 per tabung 3 kilogram. Setiap minggu pihaknya mendapatkan pasokan 8-10 tabung. Untuk harga jual dirinya menetapkan Rp20 ribu.
“Saya ambil untung sedikit saja, kalau pedagang lain ada yang jual Rp 21 ribu,” ungkapnya. (jon)








