
GIANYAR – Krama Banjar Adat Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar, akan menggelar Piodalan Padudusan Agung Arca Brahma Lelare atau umum dikenal patung ‘Bayi Sakah’.
Patung bayi raksasa di simpang tiga Jalan Raya Sakah, Desa Batuan Kaler itu sangat disakralkan dan menjadi ikonik Kabupaten Gianyar.
344 kepala keluarga (KK) selaku pengempon melaksanakan Piodalan Brahma Lelare setiap 210 hari sekali tepatnya pada rahina Anggara Kliwon Medangsia atau sepuluh hari setelah hari raya Kuningan.
Hampir 33 tahun sejak patung dibangun tahun 1989 era kepemimpinan Tjokorda Dherana, krama Banjar Belahtanah melaksanakan upacara dengan tingkatan lebih besar pada Selasa (24/1/2023).
“Baru kali ini digelar Karya Padudusan Agung yang kami persembahkan ke arca Brahma Lelare. Tujuannya agar masyarakat tenteram, damai, dan selalu diberikan keselamatan,” kata Kelian Dusun Blahtanah I Wayan Eka Sentana didampingi Kelian Adat Blahtanah I Made Suwirtha, Senin (9/1/2023).
Menurut I Wayan Eka Sentana, selama ini banyak pemedek tangkil. Tidak saja masyarakat Gianyar, tapi juga krama seluruh Bali, hingga luar Bali. Bahkan, beberapa wisatawan asing ikut melaksanakan persembahyangan di arca Brahma Lelare.
“Menurut Jero Mangku, banyak yang merasa terpenuhi keinginannya setelah melaksanakan persembahyangan, tapi kembali ke sugesti masing-masing. Setiap hari ada saja krama tangkil,” ungkapnya.
Demi kelancaran upacara, arus lalu lintas ditutup mulai Sabtu (21/1/2023) pukul 06.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA.
Kemudian, Minggu (22/1/2023) penutupan arus mulai pukul 12.00 WITA-18.00 WITA dan Selasa (24/1) dari pukul 06.00 WITA -18.00 WITA.
“Kepada para pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif guna kenyamanan bersama,” ucapnya. (jay)








