
TABANAN – Melandainya kasus Covid-29 dan telah dicabutnya status PPKM, perkembangan pariwisata Indonesia semakin membaik. Sebanyak 7,4 juta jiwa wisawatan asing diharapkan masuk ke Indonesia tahun 2023.
Adanya target tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno optimis terealisasi pada 2023.
“Itu akan bisa diwujudkan di tahun 2023,” kata Sandiaga usai berdialog dengan lebih dari 20 investor asing di Puri Anyar Kerambitan, Sabtu (31/12/2022).
Ia menyebutkan, pencabutan status PPKM tersebut akan berdampak besar terhadap perekonomian. Salah satunya pada sektor pariwisata. Sehingga, target pencapaian wisatawan nusantara yang 2 kali lipat, 1,4 miliar dan 7,4 juta bisa diwujudkan pada 2023.
“ Dari jumlah tersebut, setengahnya ini akan ada di Bali,” sebutnya didampingi Wabup Tabanan I Made Edi Wirawan.
Menurut Sandiaga Uno, selain target kunjungan wisatawan, pihaknya optimis pergerakan ekonomi setelah status PPKM semakin membaik. Salah satunya menciptakan 4,4 juta lapangan pekerjaan baru dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat direalisasikan. Dengan dicabutnya status PPKM, pembatasan kegiatan masyarakat sudah tidak ada lagi, kegiatan masyarakat sudah bisa dilaksanakan secara normal.
Meski demikian, ia menegaskan pencabutan status PPKM tersebut mengingatkan kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19. Misalnya, tetap mengenakan masker bila dalam kondisi kurang sehat.
“Ini (pencabutan PPKM) tentunya karena mampu mengendalikan pandemi, namun kita harus tetap waspada,” pintanya.
Pada kesempatan yang sama Menteri Sandiaga Uno juga mengunjungi Museum Subak Mandala Mathika Sanggulan, Tabanan. Dia berjanji akan membantu mempromosikan keberadaan Museum Subak tersebut.
“Kami akan membantu promosi dalam bentuk konten ilustrasi disandingkan dengan koleksi museum subak supaya kunjungan wisatawan semakin meningkat,” katanya.
Menurutnya, upaya promosi bisa juga dilakukan dengan menambah atraksi budaya. Terlebih, Museum Subak merupakan etalase kearifan lokal Bali di bidang kebudayaan sekaligus pertanian. Apalagi, lanjutnya, subak telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia pada 2012 lalu oleh UNESCO.
“Kami akan mendorong lebih banyak kunjungan wisatawan, khususnya wisata edukasi, tentang pengelolaan sistem pengairan yang dikelola subak ini,” pungkasnya. (jon)








