
DENPASAR – Rangkaian kegiatan G20 yang diselenggarakan di Bali belum lama ini memberikan dampak positif bagi peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Ngurah Rai.
Dari 473 orang pada tahun 2021 menjadi 1,83 juta orang selama Januari -November 2022 dan pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 8,09% (yoy) pada Triwulan III 2022.
Hal ini memberikan dampak pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat yang tercermin pada jumlah permintaan uang tunai masyarakat ke Bank Indonesia melalui perbankan di sepanjang tahun 2022 (Januari – November 2022) meningkat menjadi sebesar Rp10.230 miliar atau meningkat 19% (yoy) dari periode yang sama tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp8.630 miliar.
Di sisi lain, pada periode yang sama, jumlah uang yang disetorkan masyarakat ke Bank Indonesia Provinsi Bali melalui perbankan (inflow) mengalami penurunan sebesar 7%, dari Rp9.342 miliar menjadi Rp8.719 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan, kebutuhan uang tunai masyarakat pada bulan Desember 2022 atau menjelang libur Natal dan Tahun Baru sebesar Rp2.188 miliar atau meningkat sebesar 4% dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp2.112 miliar.
“Untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai tersebut, Bank Indonesia Provinsi Bali akan tetap menyediakan uang tunai dalam jumlah dan pecahan sesuai kebutuhan masyarakat, yaitu sebesar Rp4.151 miliar atau 2 kali dari kebutuhan masyarakat,” ungkap Trisno, Selasa (6/12/2022).
Seiring peningkatan kebutuhan uang tunai, Bank Indonesia mengimbau masyarakat selalu meyakini keaslian uang melalui 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang) serta tetap cinta, bangga dan paham rupiah dengan menjaga kualitas fisik uang rupiah melalui 5 (lima) Jangan yaitu Jangan Dilipat, Jangan Diremas, Jangan Di-stapler, Jangan Dicoret dan Jangan Dibasahi. (sur)








