
BULELENG – Upaya Pemerintahan Desa Patas Kecamatan Gerokgak dalam menggarap potensi wisata yang ada di wilayah Desa Patas mendapatkan perhatian khusus dari Universitas Indonesia.
Dari hasil penelitian Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) Universitas Indonesia (UI), selain topografi ‘Nyegara Gunung’, berada pada kawasan perbukitan dan pantai, Desa Patas juga memiliki tradisi, seni serta budaya yang berkembang lestari di masyarakat sebagai potensi wisata luar biasa untuk dikembangkan.
“Namun, potensi itu belum banyak dikenal publik. Sehingga kita desak dan dorong promosi wisata Desa Patas, dioptimalkan melalui media digital,” tandas Dr. Agi Ginanjar, S.S.,M.Si., selaku Ketua TPM Universitas Indonesia usai rapat koordinasi dengan Perbekel Desa Patas Kecamatan, I Kadek Sara Adnyana, Minggu (4/12/2022).
Dosen Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia ini mengungkapkan dipilihnya desa Patas sebagai lokasi pengabdian masyarakat juga tidak terlepas dari tradisi unik Kampung Toge, kerukunan umat beragama Hindu dan Islam sejak tahun 1980-an dan tradisi Gebug Ende, ritual tarian perang-perangan dengan tameng dari bambu dan rotan sebagai senjata/pemukul.
“Potensi ini kita kemas dengan menarasikan, dikombinasikan dengan sentuhan media digital seiring trend dan arah pembangunan saat ini,” terangnya. Pemberdayaan masyarakat juga patut didorong untuk bersama-sama mempromosikan pariwisata desanya sehingga dikenal dan banyak wisatawan berkunjung.
“Pemberdayaan potensi desa ini, tentu akan dapat meningkatkan perekonomian desa, daerah dan nasional. Kita, prediksi pada tahun 2045, potensi budaya akan mendominasi pariwisata Indonesia dan digitalisasi sebagai media promosi,” tandasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Desa Patas I Kadek Sara Adnyana mengapresiasi ikhtiar dari hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan TPM-UI sebagai bentuk dukungan akademisi, khususnya dari Universitas Indonesia terhadap pembangunan di Desa Patas.
“Kami berterima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia atas perhatian, support dan bantuannya, mempromosikan potensi wisata alam dan budaya yang sangat unik di Desa Patas melalui media digital,” tandasnya.
Ia berharap, dengan promosi menggunakan media digital, potensi wisata alam dan budaya Desa Patas bisa dikenal hingga ke mancanegara dan mampu mendatangkan wisatawan untuk berkunjung ke Desa Patas.
“Kami berharap, promosi wisata Desa Patas melalui media digital secara masif dan terstruktur, melibatkan Pokdarwis yang sudah terbentuk di masing-masing banjar dinas, akan mampu mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara di Desa Patas,” pungkasnya. (kar,dha)








