
KUTA – Berbagai fenomena sosial kembali muncul seiring bangkitnya pariwisata di Legian. Salah satu di antaranya berupa adanya pekerja spa yang menempatkan kursi dan duduk-duduk di atas trotoar, sembari menawarkan jasa.
Fenomena semacam itu turut menjadi atensi Limas dan LPM Kelurahan Legian. Mereka secara aktif melakukan patroli dan mengingatkan agar meninggalkan kebiasaan semacam itu.
Ketua LPM Legian, I Wayan Puspa Negara menuturkan, langkah tersebut terbilang sudah sering dilakukan pihaknya bersama-sama dengan para petugas Linmas. Namun nyatanya, hingga kini masih saja ada temuan.
“Ini kami lakukan untuk menjaga citra pariwisata kita,” sebutnya, Rabu (30/11/2022).
Perilaku yang demikian, katanya ditemukan pada sejumlah ruas jalan wilayah Legian. Seperti di Jalan Legian, Jalan Werkudara, Jalan Arjuna, Jalan Melasti, dan Jalan Padma.
“Di samping kami ingatkan untuk tidak duduk-duduk di atas trotoar, kami juga imbau mereka untuk tidak terlalu agresif sehingga membuat tamu merasa tidak nyaman. Mereka juga kami minta untuk tidak manipulatif, misalnya pura-pura pegang-pegang, ternyata dompet hilang. Itu kan tidak baik bagi pariwisata kita,” ungkapnya.
Diakui dia, sesungguhnya sudah banyak warga yang mempertanyakan perilaku para pekerja spa tersebut. Bahkan di antaranya ada juga yang berstatus sebagai tokoh masyarakat.
“Baru-baru ini ada usaha spa yang taruh kursi dan duduk-duduk di gang. Jadi itu tentu mengganggu aktivitas warga yang keluar masuk gang,” tambahnya.
Ke depan, perilaku para pekerja spa yang seperti itu dipastikan akan rutin menjadi perhatian. Bahkan kini, usaha-usaha spa yang sempat ditemukan demikian, sudah dibuatkan grup WhatsApp untuk memudahkan komunikasi.
“Total sudah ada 18 usaha spa dan salon yang masuk sebagai anggota grup tersebut. Jumat nanti mereka juga akan kami ajak untuk melakukan kerja bhakti di sekitar Tukad Mati,” tutupnya. (adi/jon)








