
MANGUPURA – Total sebanyak 56 kios pedagang di Pasar Desa Adat Mengwi ludes akibat kebakaran yang terjadi Selasa (29/11/2022). Para pedagang yang kiosnya terbakar sementara akan direlokasi di plaratan parkir sebelah barat pasar. Pemkab Badung memastikan memberikan bantuan untuk perbaikan fisik, dan memberikan stimulan kepada pedagang yang terdampak.
Kepastian adanya bantuan pemerintah tersebut disampaikan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa saat mengunjungi Pasar Desa Adat Mengwi, Rabu (30/11/2022). Didampingi Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Perbekel Mengwi Nyoman Suwarjana dan Bendesa Adat Mengwi Anak Agung Gelgel, Sekda Adi Arnawa sempat berkeliling melihat kerusakan kios yang terbakar.
Kepada pedagang yang terdampak Adi Arnawa memastikan pemerintah akan memberikan bantuan stimulus, agar mereka kembali dapat menjalankan usaha dagangnya.
“Saya turun atas perintah Bapak Bupati untuk mengecek kondisi pasar yang terbakar. Sejumlah kios rusak terbakar, dan ada barang dagangan yang ikut terbakar. Dengan adanya regulasi yang kita miliki sekarang memungkinkan memberikan stimulus kepada warga yang terdampak bencana,”terang Adi Arnawa.
Stimulan kepada pedagang yang terdampak itu lanjut Adi Arnawa diharapkan segera akan bisa diberikan, sehingga akan menjadi modal awal bagi pedagang yang mulai berjualan ditempt relokasi.
“Kami minta masyarakat tetap tenang dan jangan panik, pemerintah sesuai arahan Bapak Bupati sudah hadir, dan secepatnya akan memberikan bantuan untuk pemilihan,”ujarnya.
Sementara itu, Bendesa Adat Mengwi, Anak Agung Gegel mengatakan telah menyiapkan tempat sementara untuk merelokai belasan pemilik kios yang terbakar.
“Kami sudah menyiapkan tempat kusus untuk merelokasi pedagang, supaya bisa beraktivitas seperti semula,” ujarnya.
Tempat relokasi yang disiapkan yakni pelataran parkir di sebelah Barat pasar. Sementara, untuk perbaikan akan dilakukan di 2023.
“Kami akan alokasikan 16 pedagang di depan parkir sebelat Barat. Mudah-mudah mereka bisa beraktivitas kembali. Untuk perbaikan akan dilakukan segera paling tidak awal 2023 sudah bisa, tentunya dengan dukungan pemerintah,” ujarnya.
Pedagang yang terdampak adalah pedagang, baju, kain, penjahit dan pedagang emas.
Selain perbaikan fisik, pihaknya juga akan menggelar Upacara Guru Piduka dan Pecaruan untuk menetralisir lokasi kejadian, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Upacara Guru Piduka, Bendu Piduka, dan pecaruan, rencananya dilaksanakan besok pagi (hari ini -red) di Pura Melanting setempat. (lit/jon)








