
JEMBRANA – Dimakan usia, dan terus diguyur hujan, gapura di Stadion Pecangakan, Negara Sabtu (26/11/2022) malam ambruk. Ambruknya gapura di bagian selatan tersebut sekitar pukul 21.00 wita. Beruntung tidak ada korban saat ambruknya gapura dengan corak bangunan arsitektur Bali, dari bata merah dan paras yang ketinggian sekitar 7 meter.
“Kejadian ambruknya sehabis hujan mengguyur kawasan perkantoran Bupati, sekitar pukul 21.00 wita,” ungkap saksi Ni Wayan Wari pedagang di kantin Stadion Pecangakan. “Saya lihat dari kantin, tiba-tiba ambruk, beruntung situasi di stadion dan jalanan sepi, sehingga tidak ada tertimpa atau mengenai pengendara,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, I Wayan Sudiarta saat pengecekan ambruknya gapura mengatakan, memang bangunan sudah sekitar tahun 89-an.
“Sudah cukup lawas, bahkan gapura sisi utara sudah duluan rusak dan sudah diperbaiki,” jelasnya. Perbaikan gapura akan dilakukan pada tahun 2023 berbarengan dengan perbaikan sejumlah fasilitas di sekitar Stadion Pecangakan.
“Kita sudah anggarkan sekitar 2 miliar untuk perbaikan Pura Ulun Pecangakan dan Pura Pecangakan yang ada di areal Stadion ini, anggaran tersebut kita upayakan bisa sampai ke perbaikan gapura,” katanya. Untuk sementara, melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, dibersihkan dulu puing reruntuhannya supaya bersih dan tidak mengganggu. (ara,dha)








