
KUTA – Berbagai fasilitas khusus diajukan sejumlah negara peserta KTT G20 kepada Indonesia selaku tuan rumah. Salah satu di antaranya berupa permintaan penyediaan kendaraan bulletproof alias anti peluru.
Demikian dikatakan Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama ketika menyampaikan Persiapan Protokoler Acara KTT G20, secara virtual, Senin (7/11/2022).
Menurut dia, permintaan-permintaan khusus semacam itu tentunya merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan KTT. Terlebih pada hajatan internasional sebesar KTT G20.
“Selalu ada dinamika permintaan fasilitas khusus. Seperti akomodasi khusus karena mereka membawa rombongan dalam jumlah sangat besar, dan ada juga yang meminta fasilitas berupa kendaraan bulletprof atau anti peluru,” ucapnya.
Khususnya untuk permintaan kendaraan anti peluru, diakui dia, itu tidaklah serta merta dapat dipenuhi oleh Indonesia. Mengingat terbatasnya jumlah kendaraan anti peluru yang dimiliki Indonesia.
“Kami sarankan bagi mereka yang punya, agar membawa sendiri. Atau kami menyediakan, tapi sangat terbatas jumlahnya. Karena kita punya hanya beberapa kendaraan keras saja,” bebernya.
Oleh keterbatasan tersebut, maka Indonesia menerapkan sistem ‘First Come, First Serve’. Negara mana yang meminta terlebih dahulu, maka negara tersebutlah yang akan diberikan.
Lebih lanjut disampaikannya pula, ketikapun ada negara yang hendak membawa sendiri kendaraan anti peluru, maka itupun tidak dibuka seluas-luasnya. Melainkan akan tetap dilakukan pembatasan melalui negosiasi. (adi/jon)








