
JEMBRANA – Sepekan setelah banjir bandang melanda Kabupaten Jembrana, warga Dusun Kedisan, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, mengalami krisis air bersih.
Penyebabnya karena saluran pipa yang selama ini dipakai menyalurkan air bersih dari pegunungan hanyut diterjang banjir bandang. Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian PUPR menyalurkan bantun 4.000 liter air bersih untuk warga Dusun Kedisan, Senin (24/10/2022).
Kedatangan ribuan liter air diangkut mobil tangki itu diserbu ratusan warga. Mereka menampung air bersih menggunakan ember, galon, maupun jerigen untuk dipakai keperluan sehari-hari.
Kepala Dusun Kedisan I Made Lila Arsana mengatakan, krisis air bersih dialami 165 KK di wilayahnya sehari setelah banjir bandang pada Minggu (16/10/2022).
“Kami langsung koordinasi dengan BPBD Jembrana untuk meminta bantuan pasokan air bersih,”ujar I Made Lila Arsana.
Sementara, Kordinator Lapangan Penyaluran Air Bersih Dinas PUPR Bali, I Putu Sudana Satria Artha mengatakan, pendistribusian 4.000 liter air bersih untuk pertama kali dan nantinya berkelanjutan.
“Kami bersyukur bisa membantu warga di Banjar Kedisan dan pendistribusian air bersih ini kontinu sampai besok (Selasa, 25/10/2022) sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dari BPBD Jembrana,”ujar Satria Artha. (dum)








