
KUTA – BUMN pengelola 15 bandara di Indonesia, yakni PT Angkasa Pura I , menawarkan peluang kerja sama kepada sejumlah calon investor. Tawaran disampaikan dalam gelaran salah satu side event G20, yakni SOE International Conference, Selasa (18/10/2022) lalu.
Direktur Utama Faik Fahmi dan Direktur Pengembangan Usaha Dendi T Danianto, mengawali penawaran dengan penyampaian sejumlah pencapaian yang telah diraih selama ini. Termasuk di antaranya keberhasilan untuk survive dalam pandemi global Covid-19.
“Angkasa Pura I saat ini mengelola 15 bandara dengan karakteristik menyesuaikan potensi masing-masing daerah. Misalnya Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara Internasional Yogyakarta, yang merupakan pintu gerbang daerah pariwisata unggulan. Sedangkan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan Bandara Sentani Jayapura, merupakan bandara hub dan memiliki potensi trafik kargo di kawasan Indonesia Timur yang sangat besar. Hal ini merupakan nilai jual yang kami rasa cukup menarik di mata calon investor,” ungkap Faik Fahmi.
Dalam agenda tersebut, juga dipaparkan mengenai pembagian klaster bandara yang dikelola. Klaster pertama merupakan bandara yang dikelompokkan sebagai International Tourism and Super Hub, meliputi Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Internasional Lombok, dan Bandara El Tari Kupang. Yang mana ketiga bandara bersangkutan diproyeksikan sebagai pintu gerbang utama pariwisata Indonesia.
Klaster kedua, adalah klaster International Transit and Industrial Hub yang terdiri dari dua subklaster. Pertama yakni subklaster International Transit Hub yang meliputi Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Adi Soemarmo Surakarta, dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sedangkan subklaster Industrial Hub diisi oleh Bandara Juanda Surabaya.
Kemudian untuk klaster ketiga, merupakan New Capital Gateway yang terdiri dari bandara yang diproyeksikan akan menopang lalu lintas udara Ibu Kota Negara Baru. Yaitu Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
Dan terakhir, adalah klaster keempat yang merupakan klaster Eastern Gateway and East Asia Export Gateway. Itu terdiri dari dua subklaster yakni Eastern Gateway (Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan Bandara Pattimura Ambon) dan East Asia Export Gateway (Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Sentani Jayapura).
“Kami menawarkan beberapa benefit bagi para calon investor,” sambung Dendi T Danianto, sembari mengabarkan bahwa Angkasa Pura I merupakan salah satu perusahaan pengelola bandara terbesar di Indonesia, dengan total kapasitas penumpang hingga 143 juta per tahun.
Berdasarkan penjelasan yang telah disampaikan, Dendi menyebut bahwa para calon investor yang hadir memiliki antusias dan minat beragam. Dan dirinya meyakini, keberhasilan Angkasa Pura I dengan Incheon International Airport Corporation dalam Proyek KPBU Hang Nadim Batam, mampu menjadi portfolio yang dapat menumbuhkan kepercayaan calon investor.
“Sedangkan dari segi performa keuangan perusahaan, pada periode 2015-2019, Angkasa Pura I berhasil membukukan rata-rata pertumbuhan pendapatan perusahaan hingga 13% dan rata-rata marjin EBITDA hingga 38%. Kami berhasil survive selama masa pandemi, serta saat ini kami tengah berada dalam jalur positif dalam pemulihan performa keuangan perusahaan pasca-pandemi. Dengan keunggulan-keunggulan yang kami miliki tersebut, kerja sama strategis dengan calon investor dan mitra usaha akan semakin meningkatkan performa operasional dan keuangan perusahaan di masa mendatang,” tutupnya.
Untuk diketahui, ada sejumlah perusahaan calon investor yang hadir dalam sesi presentasi bisnis tersebut. Di antaranya yakni, Tony Blair Foundation, ING Bank, Astra Infra, JPMorgan, Skyview Construction, ITOCHU Corporation, Whitesky Facility, GMR Group, dan Malaysia airports. (adi/jon)








