JembranaPeristiwaTerkini

Pengungsi Banjir Bilukpoh Mulai Tinggalkan Posko, Lansia dan Anak-anak Jatuh Sakit

Suasana di pengungsian Posko Bilukpoh Kangin.

JEMBRANA – Memasuki hari keempat bencana banjir bandang di Sungai Bilukpoh. Ratusan pengungsi  tetap bertahan  di posko penampungan yang dibangun  di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan serta di Banjar Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring Kecamatan Mendoyo. Didua posko tersebut sedikitnya 94 KK ditampung di sana.

Mereka  bertahan, selain  akibat  rumah dan harta bendanya hanyut, sebagian korban yang terdampak banjir, rumahnya  belum dapat ditempati akibat  tertimbunan tanah lumpur bercampur batang kayu.  Kebanyakan  pengungsi di kedua posko tersebut, tampak tak banyak melakukan aktivitasnya. Ibu-ibu  serta lansia dan anak anak, hanya beraktivitas ringan di seputaran posko. 

Sementara kalangan bapak dan dewasa, tampak keluar mendatangi lokasi rumahnya,  untuk pembersihan termasuk  mengumpulkan barang yang kemungkinan masih tersisa banjir.

Keadaan pengungsi di Bale Tempek Bilukpoh Kangin, sejumlah lansia dan  anak anak, mulai mengalami sakit, ada yang mengalami  panas tinggi  dan batuk pilek. Petugas kesehatan yang ditempatkan di posko juga telah memeriksa kondisi para pengungsi termasuk membagikan obat- obatan kepada lansia dan anak  yang sakit. 

BACA JUGA:  Giri Prasta Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Lewat Rapat Konsultasi DPD RI

Sementara  di posko Banjar Anyar Kelod,  pengungsi mencapai 59 KK, hanya menempati posko di pagi hingga siang hari. Sedangkan malamnya  mereka tidur di rumah kerabat dan tetangga yang selamat dari terjangan banjir dan bersedia memberikan tumpangan ke mereka.  

Demikian pula  di posko Tempek Bilukpoh Kangin, meski fasilitas, sarana tikar, kasur,  toilet  dapur umum, pelayanan kesehatan tersedia  namun sebagian  juga telah mendapat tampungan di rumah kerabat dan tetangga sekitar.

Keperluan mendesak di posko yang masih minim tersedia, berupa pakaian dan peralatan mandi anak- anak, termasuk pakaian wanita dan  kebutuhan lain.

Anak-anak nampak ceria di pengungsian, namun beberapa diantaranya mulai mengalami demam dan batuk-batuk.

Seperti yang diungkapkan  Ni Ketut Widiantari dan suaminya Gede Sugiantara, dia tetap bertahan di posko  lantaran rumahnya sudah  hanyut terbawa banjir. Rumah bantuan bedah rumah yang ditempatinya,  hanya tinggal klosetnya saja . 

BACA JUGA:  Gelar 'BBF' Tournament 2026, Bupati Sutjidra Gelorakan Destinasi Wisata Bahari

Widiantari yang mengajak satu putranya usia 3 tahun, kini jatuh sakit, sejak kemarin anaknya mengalami panas dan batuk-batuk, tetapi tadi sudah diperiksa tim medis dan diberikan pengobatan. 

Dituturkan, saat bencana banjir bandang,  bukan kali ini dia dirasakan, sewaktu banjir 2018, rumah tinggalnya juga hanyut.

Dikatakan, di posko memang sudah semuanya dapat  terpenuhi, makan, minum  namun karena  sudah  tak punya apa-apa, rumah dan tanah  hanyut terbawa banjir, dia akan tetap dulu tinggal di posko. Dia dan suaminya,  serta mertua yang sakit sakitan lumpuh, berharap adanya bantuan  rumah tinggal.

Sementara Koordinator Posko Bencana Bilukpoh Kangin Made Suardiasa, dari 173 jiwa, dan 40 KK warga Bilukpoh Kangin yang terdampak banjir,  yang ditampung di posko bangunan bale tempek, semenjak banjir,  diantaranya memang ada dari  kalangan lansia dan 30 an anak-anak. (ara,dha)

Back to top button