
KLUNGKUNG- DPRD Kabupaten Klungkung mengadakan rapat koordinasi (rakor) dengan perbekel se Kabupaten Klungkung. Rakor bertujuan menyerap persoalan yang ada di masing-masing desa.
Rakor yang diadakan Selasa (18/10/2022) mengagendakan pertemuan Dewan dengan perbekel se Kecamatan Nusa Penida dan se Kecamatan Dawan. Rapat dipimpin Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom.
Ikut mendampingi rombongan perbekel, Camat Nusa Penida Komang Widiasa Putra, Camat Dawan, Dewa Gede Widiantara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Wayan Suteja, Asisten Bidang Pemerintahan Ida Bagus Mas Ananda.
Banyak hal disampaikan perbekel kepada dewan, mulai usulan kegiatan desa ke Pemkab yang kerap ‘berulang tahun’ (tidak terealisasi), soal uang perjalanan dinas perbekel, terkait RTRW hingga usulan proyek fisik yang dititip kepada dewan agar dikawal.
Perbekel Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Ketut Partita menyampaikan usulan pembangunan akses jalan ke Pantai Gamat yang diusulkan sejak lama namun sampai sekarang belum ada realisasi. Ia berharap anggota dewan mengawal usulan tersebut. Sebab, Pantai Gamat rencananya akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.
“Kami mohon agar bapak-bapak di dewan mengawal usulan kami,” kata Partita.
Perbekel Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan Nyoman Suwastika juga menanyakan soal usulan dari Desa Pesinggahan terkait pembangunan pasar ikan yang sampai sekarang tidak ada kejelasan dari Pemkab Klungkung.
Padahal kata Suwastika, pihak desa sudah berkoordinasi dengan desa adat untuk menyiapkan lahan. Suwastika juga banyak menyoal Perda RTRW Kabupaten Klungkung. Ia menyampaikan, Desa Pesinggahan berencana mengembangkan potensi Bukit Tengah, tapi terganjal masalah perizinan.
Di sisi lain, kata Suwastika ada usaha seperti minimarket, perusahaan beton yang dinilainya melanggar bhisama PHDI justru mendapat izin.
“Seperti terjadi tebang pilih, karena ada perusahaan di radius lima kilo (dari Pura Goa Lawah) justru mendapat izin. Sedangkan pengembangan di Bukit Tengah justru terkendala izin. Padahal itu (Bukit Tengah) potensi untuk mendongkrak pendapatan asli desa,” ungkap Suwastika seraya berharap dewan bisa mencarikan solusi.
Setali tiga uang, Perbekel Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida I Wayan Darwata juga berharap dewan bisa mengawal pembangunan tanggul di depan SDN 1 Ped.
Ketua Dewan, Anak Agung Gde Anom dihadapan para perbekel menyampaikan,apa yang menjadi persoalan para perbekel akan dikoordinasikan dengan pihak eksekutif selaku pelaksana teknis di lapangan.
“Silakan sampaikan apa yang menjadi kendala di desa ! yang menjadi kewenangan desa. Saya ingatkan juga, jangan usulan baju PKK dijadikan usulan wajib dalam APBDes. Silakan dimohonkan lewat dana hibah. Disini ada 30 anggota dewan yang merupakan wakil bapak. Prioritaskan apa yang menjadi kegiatan di desa,” tandas Anak Agung Gde Anom.
Rakor dengan para perbekel se Kecamatan Banjarangkan dan se Kecamatan Klungkung berlangsung sebelumnya, Senin (17/10/2022). (yann)








