
TABANAN – Hujan lebat yang mengguyur Tabanan sejak Minggu (16/10/2022) malam sampai Senin (17/10/2022) telah menimbulkan berbagai bencana. Salah satunya tanah longsor. Ada beberapa titik terjadi tanah longsor di Tabanan. Terparah terjadi di Desa Apuan Baturiti, sebua rumah warga tertimpa longsor yang menyebabkan satu orang anak berusia 11 tahun meninggal dunia tertimbun.
Informasi yang berhasil dihimpun, berdasarkan laporan dari kepala Kewilayahan Banjar Apuan terjadi tanah longsor yang menimbun rumah milik I Kadek Mega Antara. Tebing tinggi yang ada di belakang rumahnya longsor menimpa rumah milik korban.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu pemilik rumah masih tertidur. Saat mereka mendengar suara gemuruh yang ternyata tebing di belakang rumahnya longsor. Mereka langsung terbangun menyelamatkan diri.
Namun naas, tanah tebing menimbun menimbun rumahnya dan pemilik rumah tidak sempat menyelamatkan anaknya I Putu Aldi Prayoga (11). Anaknya yang masih duduk dibangku kelas VI SD I Apuan ini ditemukan tertimbun tanah sedalam dua meter.
Keluarga bersama masyarakat termasuk aparat gabungan TNI dan Polri dari Baturiti melakukan pembersihan dan mengevakuasi korban yang sudah dalam keadaan meninggal. Jenazah korban berhasil dievakuasi.

Adanya kejadian tersebut, menjadi perhatian Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan yang langsung turun ke lokasi. Wabup Edi menyampaikan rasa belasungkawa dan duka yang mendalam atas peristiwa memilukan tersebut.
Ditegaskan, pihaknya sudah menginstruksikan kepada camat dna perbekel serta BPBD untuk memperbaiki rumah korban secara gotong royong. Namun sebelum diperbaiki, dipastikan tanah tebing di belakang rumah sudah stabil. Harapannya setelah rumah diperbaiki, tebing tidak longsor lagi.
“Kami benar-benar prihatin dan mengucapkan belasungkawa atas peristiwa ini. Saya sudah minta Camat dan perbekel untuk memperbaiki rumah korban,” ucapnya, seraya mengimbau masyarakat waspada.
Selain kejadian tersebut, banyak terjadi longsor, seperti di Sanda Pupuan, Delod Ceking, Belatungan, Gunung Salak, Selemadeg Timur, di Bolangan, Babahan, Penebel serta beberapa titik lainnya yang menutup akses jalan. Setidaknya ada 20 titik bencana terjadi akibat hujan yang mengguyur Tabanan satu hari penuh. Kejadian tanah longsor tersebut, sudah berhasil ditangani dengan mengerahkan alat berat termasuk mobil pemadam kebakaran, sehingga jalur bisa dilewati.(jon)








