
TABANAN – Identitas korban terseret arus Yeh Ho Desa Tibubiu, Kerambitan bersama sepeda motornya, Jumat (7/10/2022) malam, akhirnya dipastikan adalah Ni Luh Gede Puspasari (19) warga Banjar Tangguntiti, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur.
Kepastian itu, setelah petugas gabungan menemukan sepeda motor dan barang milik, Senin (10/10/2022) pagi. Keluarga mengkonfirmasi, dua barang itu milik korban.
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Ketut Budiarsana menyebutkan, motor pertama kali ditemukan saksi I Gede Astawa, warga Banjar Tangguntiti, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan. Saksi melakukan penyisiran di sepanjang Pantai Beraban, Selemadeg Timur, pada pukul 06.00 Wita.
“Ya benar sepeda motor dan beberapa barang milik korban sudah ditemukan warga,” ucapnya.
AKP Budiarsana menjelaskan, penemuan awal oleh saksi itu di Pantai Selatan Abian Kapas, sebelah Pura Semulungan, Banjar Beraban Pondok, Desa Beraban. Saksi menemukan sepeda motor honda Vario techno 125 warna putih DK 4111 GBB dalam kondisi rusak berat.
Dimotor korban juga ditemukan dompet warna hitam beserta surat-surat, KTP, pas foto, uang pecahan seratus ribu, tas gendong warna hitam beserta jas hujan milik korban.
“Pihak keluarga memastikan itu motor yang dibawa korban,” ungkapnya.
Dari keterangan keluarga, Budiarsana menambahkan, korban mengendarai motor tersebut, saat berangkat kuliah. Dan atas penemuan ini, untuk penanganan tersebut maka diserahkan ke Polsek kerambitan. Hal itu dikarenakan, locus atau tempat kejadian perkara masuk dalam wilayah Polsek Kerambitan.
“Penanganan di Polsek Kerambitan. Karena tempat kejadian perkaranya masuk wilayah hukum Polsek Kerambitan,” tandasnya.
Sementara itu Kapolsek Kerambitan AKP Ni Luh Komang Sri Subakti membenarkan temuan sepeda motor dan barang pribadi milik korban yang dipastikan milik Ni Luh Gede Puspasari. Kini pihaknya berharap, agar korban dapat segera ditemukan.
“Mudah-mudahan korban segera ditemukan seiring dengan penemuan motor dan barang pribadinya,” harapnya.
Menariknya, dalam proses pencarian korban, selain oleh tim gabungan Basarnas, Polisi, BPBD Tabanan serta masyarakat, warga asal korban juga membawa baleganjur. Harapannya korban dapat segera ditemukan. (jon)








