
KLUNGKUNG- Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian di tanah air. UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian nasional.
Namun khusus pelaku usaha mikro dan kecil di Kabupaten Klungkung belum semuanya mengalami penguatan dan pertumbuhan. Pelaku usaha tenun kain cepuk dan rangrang di Desa Tanglad, Nusa Penida salah satu contohnya.
Hasil kunjungan Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung ke Desa Tanglad, Nusa Penida Senin (3/10), anggota Komisi III menerima keluhan dari sejumlah pengrajin tenun kain cepuk terkait pemasaran.
Para pengrajin tenun kain cepuk mengeluhkan upaya promosi dari pemerintah belum maksimal. Mereka menilai selama ini promosi itu lebih sering menyentuh usaha-usaha yang sudah punya nama dan terkenal.
Ketua Komisi III Nengah Ari Priadnya menyampaikan, pengrajin mengaku mengalami kendala dari sisi marketing (promosi). Pengrajin meminta agar pemerintah daerah memprioritaskan promosi usaha-usaha kecil yang baru tumbuh.
“Kalau pelatihan, pemerintah sudah sering memberikan pelatihan. Kalau kasi pelatihan lebih pintar pengrajin karena sebagai pelaku. Pengrajin minta ada marketing yang maksimal. Karena biaya produksi tidak menutup dengan biaya hidup mereka,” tandas Ari Priadnya.
Politisi asal Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan ini melihat terkadang pemerintah tidak memperhatikan usaha-usaha mikro.
“Misalnya saat ada proyek pengadaan endek, konsennya pada usaha yang sudah maju. Tapi usaha kecil tidak diperhatikan. Kedepan bagaimana pemerintah bisa memaksimalkan marketing (promosi) sehingga yang menonjol adalah usaha-usaha mikro seperti pengrajin kain cepuk di Nusa Penida,” terang Ari Priadnya.
Menurut politisi PDIP ini, keberadaan pengrajin tenun kain cepuk dan rangrang bisa disinergikan dengan industri pariwisata di Nusa Penida yang makin menggeliat paska pandemi Covid-19.
Namun, ia melihat usaha tenun kain cepuk dan kain rangrang malah terpinggirkan dari hiruk pikuk pariwisata di Nusa Penida.
“Semestinya dengan adanya desa wisata, usaha tenun kain cepuk ini bisa disinergikan sebagai salah satu destinasi dengan mengemas menjadi atraksi wisata. Selama ini Nusa Penida lebih banyak menjual alam, tapi kerajinan sepertinya terpinggirkan. Dinas terkait wajib memfasilitasi bagaimana para guide agar juga mengarahkan wisatawan melihat kerajinan yang ada di Nusa Penida,” imbuhnya.
Hasil kunjungan ke Nusa Penida ini bakal ditindak lanjuti dengan mengundang dinas terkait yani Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Pariwisata sejauh mana upaya-upaya penguatan dinas terkait, sehingga UKM di Klungkung mampu menggerakkan ekonomi daerah. “Kita akan undang dinas terkait. Kita ingin tahu sejauh mana penguatan yang sudah dilakukan,” pungkas Ari Priadnya. (yann)








