
GIANYAR – Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra menyemprot kontraktor proyek penataan taman di depan Pasar Rakyat Gianyar (PRG).
Pemicu kemarahan Bupati Mahayastra lantaran selama tiga hari berturut-tutut setelah pembongkaran tidak ada pengerjaan proyek oleh kontraktor.
Bahkan, saat dirinya mendatangi lokasi pada Minggu (2/10/2022), tak seorang pun pekerja berada di tempat tersebut.
Mahayastra sempat bertanya kepada pedagang di sekitar lokasi.
“Ngih, sampun tiga hari gak ada pekerja pak,”ucap seorang pedagang kepada Bupati Mahayastra.
Mendengar jawaban itu, Mahayastra langsung menelepon kotraktor proyek dan terdengar marah-marah menggunakan bahasa Bali.
“Kan bapak ne nyemak taman depan Pasar Gianyar ngih ?, adi tiga hari sing ade magae ?. Yen sube liu maan proyek, de je jemake proyek taman ne, kan terhambat progres dadine. Pak kan be nawang tiyang konsen di Taman,”ucapnya dengan nada kesal.
“Progres pertama sube pantau tiyang. Kedua kalau be sing ngidang nyemak mundur saja. Pak nyemak proyek di PU ape ade taen tagihine pis?. Yen be sing tanggung jawab nae, tiyang kasi waktu sampi besok. Besok langsung pagi menghadap ke tiyang!,”kata Mahayastra.
Sekadar diketahui, penataan taman depan PRG mulai dikerjakan 23 Agustus 2022 dengan nomor kontrak 640/1279/ PuPR/2202. Nilai kontraknya Rp1,3 milyar lebih.
Lama pengerjaan 120 hari kalender. Konsultan perencana PT Tata Rencana Hijau. Konsultan pengawas PT kencana adhi karma. Kontraktor pelaksana CV Sari Agung Merta Tatiapi Kelod Pejeng Kawan Tampaksiring.
Sementara, pantauan di lapangan, proyek ini berada di parkiran lama Pasar Tradisional Gianyar. Di utara proyek, masih terdapat toko dan tempat makan. Belum adanya kejelasan kapan rampungnya proyek membuat sejumlah pedagang merasa terganggu. Sebab, aksesnya tertutup material proyek.
“Mudah-mudahan setelah ada teguran dari Pak Bupati, proyeknya segera selesai,” harap pedagang. (jay)








