
KUTA – Meski sekitar satu bulan lagi, ternyata PT. Angkasa Pura I hingga saat ini belum mengantongi jadwal pasti kedatangan VVIP KTT G20. Akibatnya, hingga saat ini belum dapat dipastikan skenario yang akan dipergunakan untuk menyikapi jadwal penerbangan reguler.
“Saat ini kami sedang melakukan koordinasi secara intens. Karena terkait dengan jumlah pesawat VVIP yang akan beroperasi, terus mengalami perkembangan,” ucap Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi belum lama ini.
Awalnya, kata dia, rencana akan ada sekitar 30 penerbangan VVIP yang akan datang untuk mengikuti kegiatan KTT G20. Namun perkembangannya, ternyata pesawat VVIP yang akan dibawa masing-masing negara itu berbeda-beda. Bahkan ada negara yang membawa empat hingga enam pesawat VVIP.
“Jadi sekarang lagi finalisasi untuk memastikan kesiapan itu. Kami koordinasi dengan seluruh stakeholder,” ucapnya.
Namun dia memastikan, bersama-sama stakeholder lainnya, pihaknya telah menyiapkan semacam simulasi. Yakni dengan melakukan persiapan terkait skenario yang akan dilakukan. Termasuk mempertimbangkan prosedur penanganan VVIP, yakni sterilisasi 15 menit sebelum dan sesudah mendarat.
“Ini tentu harus dikoordinasikan untuk memastikan pesawat reguler bisa kami tangani dengan baik. Karena itulah kami mengharapkan pemerintah untuk bisa mendapatkan kepastian terkait jadwal pesawat VVIP itu. Paling tidak, adalah dua minggu sebelum hari H. Dengan demikian, kami bisa menyesuaikan jadwal penerbangan reguler,” ucapnya.
Hal itu dirasa penting demi kelancaran penerbangan dan kenyamanan para pengguna jasa penerbangan reguler. Agar pada akhirnya tidak terlalu lama menunggu, semata-mata karena ada kedatangan pesawat VVIP.
“Misalnya ada penerbangan reguler yang tadinya akan berangkat jam 6 sore, tapi karena ada VVIP, mundur menjadi jam 11 malam. Oleh penyesuaian yang dilakukan dari jauh-jauh hari, maka penumpang tidak mesti datang jam 4 sore. Tapi mereka bisa datang sekitar jam 9 atau 10, sehingga tidak menunggu terlalu lama,” jelasnya.
Soal skenario yang disiapkan, katanya tidak jauh berbeda dengan ketika pelaksanaan event IMF. Salah satu yang memungkinkan, yakni penerapan sistem penerbangan buka tutup. Namun ditegaskannya kembali, semua itu masih sedang dikonsolidasikan dengan berbagai pihak terkait.
“Memang masih belum final, karena jadwal dari masing-masing VIP belum fix. Kami bisa memfinalisasi, kalau sudah ada kepastian jadwal yang fix untuk penerbangan VVIP,” sebutnya.
Dia mengatakan, secara umum pihaknya sesungguhnya sudah sangat siap menyambut Presidensi KTT G20 Indonesia. Utamanya dalam hal infrastruktur dan layanan serta sumber daya manusia yang telah disiapkan melalui gelaran Latihan Penanganan Keadaan Darurat (PKD). (adi/jon)








