
GIANYAR – Keluh kesah masyarakat terhadap kebijakan pemerintah menaikan harga BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax pada awal September 2022 masih terus bermunculan.
Sebagian besar masyarakat terutama pemilik kendaraan roda dua yang sebelumnya kerap menggunakan bahan bakar Pertamax kini beralih ke Pertalite hingga berdampak mengularnya antrean di SPBU.
Indra (36), warga asal Denpasar yang bekerja di wilayah Gianyar mengaku rela antre demi mendapat Pertalite karena belum sanggup membeli Pertamax.
“Saya dari Denpasar bekerja di Gianyar. Kalau pakai Pertamax dengan harga 15 ribu per liter tidak sanggup,” ujar Indra saat ditemui sedang antre di SPBU di kawasan Bypass Darma Giri, Gianyar, Selasa (27/9/2022).
Indra rela antre selama 20 menit di SPBU padahal jalur pengisian Pertamax kondisinya sepi.
“Duitnya gak sanggup karena harganya beda jauh. Pertalite Rp 30 ribu dapat tiga liter, kalau Pertamax cuma dapat dua liter,”ucap Indra yang datang ke SPBU mengendara NMAX.
“Tadi sempat ke SPBU lain, tapi Pertalite tidak ada. Ya, terpaksa antre di sini,” imbuhnya.
Indra mengaku sangat merasakan dampak kenaikan harga BBM. Terlebih, di tengah situasi perekonomian yang belum pulih total akibat pandemi.
Antrean pengisian Pertalite hampir menjadi pemandangan setiap hari di sejumlah SPBU di Kabupaten Gianyar.
Salah seorang pemilik SPBU mengatakan penjualan Pertalite setiap harinya dibatasi dengan tujuan agar bisa merata didapatkan oleh masyarakat.
“Pertalite tidak langka, tapi dibatasi supaya pembagiannya merata,” ucap pemilik SPBU yang keberatan namanya diwartakan ini. (jay)








