
KUTSEL – Badung bagian selatan diperkirakan akan memasuki awal musim hujan pada bulan November 2022 nanti. Tepatnya yakni dalam rentang waktu dari dasarian I hingga III.
Hal serupa pun diperkirakan menjamah sejumlah wilayah lainnya yang terangkum dalam 5 Zona Musim (ZOM). Seperti Gianyar bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Kota Denpasar, Pulau Nusa Penida, Bangli bagian utara dan timur, serta Karangasem bagian timur dan tengah.
Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri pada Selasa (27/9/2022) menyampaikan, Bali sendiri pada umumnya sesungguhnya telah memasuki awal musim hujan sejak dasarian I – III September 2022 lalu. Utamanya pada 4 ZOM yang meliputi Badung (utara dan tengah), Gianyar (utara dan tengah), Bangli (tengah dan selatan), Karangasem (selatan), Klungkung (utara) Jembrana (timur), serta Tabanan (utara, tengah, dan barat).
Hal itu kemudian disusul oleh 8 ZOM pada Oktober dasarian II – III, yang meliputi Buleleng (selatan, tengah, dan tenggara), Tabanan (utara dan tengah), Badung (utara), Bangli (utara, tengah, dan selatan), Karangasem (barat dan selatan), Gianyar (selatan), Klungkung (selatan), serta sebagian besar Jemrana.
Sedangkan untuk 3 ZOM lainnya, diperkirakan akan memasuki awal musim hujan pada Desember dasarian I – II. Itu meliputi Buleleng (utara, timur, dan barat), Karangasem (utara), serta Jembrana (barat).
“Apabila dibandingkan dengan rata-rata awal musim hujan periode 1991 – 2020, maka sebanyak 9 ZOM di Bali diprakirakan Maju atau lebih cepat, 8 ZOM Sama, dan 3 ZOM Mundur atau lebih lambat,” bebernya.
Dilihat secara sifat hujannya, maka sambung dia, sebagian besar atau 13 ZOM terbilang Normal. Lainnya, yaitu pada 7 ZOM, diprakirakan bersifat di atas normal (AN). Itu meliputi sebagian besar wilayah Jembrana, Tabanan (utara), Badung (utara), Gianyar (utara dan selatan), Bangli (tengah dan selatan), Karangasem (timur dan selatan), Klungkung (utara), serta Pulau Nusa Penida.
Lebih lanjut, soal puncak musim hujan, katanya ada 3 ZOM yang diprakirakan terjadi pada bulan November. Yakni meliputi wilayah Jembrana (timur), Tabanan (barat dan utara), Badung (utara), Gianyar (utara), Bangli (tengah), Buleleng (tengah dan selatan), serta Tabanan (utara).
Berikutnya, ada 2 ZOM yang diprakirakan terjadi pada Desember 2022. Itu meliputi wilayah Karangasem (barat), Bangli (selatan), Karangasem (selatan), dan Klungkung (utara).
Kemudian, ada 14 ZOM diprakirakan terjadi pada Januari 2023. Meliputi wilayah sebagian besar Jembrana, Buleleng (utara, timur, barat, tengah, tenggara, dan selatan), Karangasem (utara, barat, timur, dan tengah), Bangli (utara, tengah, selatan, dan timur), Tabanan (tengah dan selatan), Badung (tengah), Gianyar (selatan), Kota Denpasar, dan Pulau Nusa Penida.
“Jadi Puncak Musim Hujan 2022/2023 pada 20 ZOM di Bali, umumnya diprakirakan berkisar pada bulan Januari 2023,” sambungnya sembari menuturkan bahwa ada 1 ZOM yang puncak musim hujannya diprakirakan baru terjadi pada bulan Maret 2023, yakni wilayah Buleleng bagian utara. (adi/jon)








