
GIANYAR – Komisi IV DPRD Gianyar tengah memperjuangkan bantuan prioritas dari Kementerian Sosial untuk keluarga korban ledakan kompor mayat di Setra Desa Adat Selat, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh.
BACA JUGA : Kompor Ngaben Massal di Setra Belega Meledak, 9 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
“Kami memastikan keluarga korban menerima hak-hanya seperti santunan baik dari Kementerian Sosial, BPBD, dan BPJS,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, Ni Made Ratnadi, Kamis (8/9/2022).
BACA JUGA : Kisah Pilu Kadek Gian Meninggal Akibat Ledakan Kompor, Ikut Prosesi Ngaben Massal Almarhum Ayahnya
Pihaknya juga mengupayakan agar keluarga korban mendapatkan program pemberdayaan dari Kementerian Sosial terutama kepada istri almarhum yang masih memiliki anak kecil agar memiliki keterampilan atau modal usaha untuk kelangsungan hidup.
BACA JUGA : Korban Meninggal Akibat Ledakan Kompor Mayat Bertambah
“Anak- anak juga tentunya ada program anak yatim dari pemerintah yang akan kami fasilitasi. Ada berupa biaya pendidikan dan sembako dari kementerian dan pemkab,”jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar Nur Widyaswanto mengatakan, pihaknya telah menyerahkan bantuan kepada keluarga korban berupa sembako.
Tercatat, ada 11 korban yang mendapat bantuan sembako, yaitu Bagus Oscar Horizonhino (meninggal dunia), Kadek Dwi Putra Jaya (meninggal dunia), I Ketut Adi Wiranata, I Komang Ngurah Pardika, I Kadek Gian Satya Pramana Putra (meninggal dunia), I Wayan Parwana, I Gusti Made Budiarta, I Gusti Ngurah Pradita, I Gusti Nyoman Gede, I Gusti Ketut Muliana, I Gusti Ketut Wiryantara, dan Gusti Ngurah Julian Aryanata.
“Bantuan sembako ini baru sekali diberikan sebagai bentuk tanggap darurat,” ungkap Nur Widyaswanto.
Dinas Sosial juga memfasilitasi usulan kepada Kementerian Sosial untuk santunan kepada keluarga korban.
“Kami juga mengusulkan agar keluarga korban mendapatkan program-program kewirausahaan atau program atensi lainnya sesuai kebutuhan dari Kemensos,” tandasnya. (jay)








