
KUTSEL – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) melakukan pematangan kesiapan personil dan peralatan, jelang perhelatan berbagai kegiatan internasional. Utamanya berkaitan dengan Colapse Structure Search And Rescue (CSSR), yang salah satunya berupa pembobolan beton untuk mendekati korban reruntuhan.
Kepala Basarnas Bali Gede Darmada mengungkapkan, pelatihan CSSR diselenggarakan selama dua hari, yakni pada 30 dan 31 Agustus 2022. Kegiatan diikuti oleh total sebanyak 85 orang petugas SAR.
“Peserta pelatihan mendapatkan materi di kelas terlebih dahulu dan dilanjutkan praktek teknik-teknik evakuasi di bangunan runtuh,” ungkapnya, Selasa (30/8/2022).
Dalam praktek lapangan, para peserta dilatih tiga hal, yakni teknik Breaching, Breaking, dan Shoring. Yang pada intinya berupa pembukaan akses termasuk melalui pembobolan beton, guna mendekati korban terjebak reruntuhan bangunan.
“Ilmu tersebut terus mengalami pembaharuan. Untuk itu, setiap petugas SAR harus bisa memahami dan menetapkan teknik-teknik evakuasi, sehingga bisa menjadi petugas SAR profesional dengan standar internasional,” ungkapnya.
Dia menuturkan, setelah melalui proses International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) External Classification (IEC), tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) telah berhasil mendapatkan predikat Medium sesuai standar INSARAG 2019. (adi/jon)








