
KUTA – Pemantauan suhu tubuh di Bandara I Gusti Ngurah Rai kini diperketat pasca masuknya virus Cacar Monyet di Indonesia. Thermo scanner telah terpasang, dan dipastikan berfungsi optimal.
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menuturkan, thermo scanner dimaksud telah terpasang di setiap pintu masuk. Baik itu pintu masuk domestik, ataupun internasional.
Jika nanti terdapat pengguna jasa yang terdeteksi memiliki gejala Cacar Monyet, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Dan untuk selanjutnya, penanganan penyakit Cacar Monyet menjadi kewenangan dari Kementerian Kesehatan.
“Terkait dengan pencegahan wabah Cacar Monyet di Pulau Bali, kami senantiasa melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti KKP, BNPB, atau pihak lainnya untuk melakukan penyesuaian di bandara,” ungkapnya.
Meminimalisir risiko penularan, para petugas bandara juga ditegaskan untuk senantiasa menggunakan masker dan sarung tangan. Di samping itu, juga membatasi kontak langsung dengan para pengguna jasa.
“Kami juga senantiasa melakukan sterilisasi dan disinfeksi secara rutin pada setiap fasilitas di area terminal yang dilakukan setiap dua kali dalam satu minggu,” terangnya.
Bandara I Gusti Ngurah Rai, kata dia, senantiasa menampilkan imbauan kepada para pengguna jasa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan di lingkungan bandara. Informasi-informasi bersangkutan ditayangkan secara berkala, melalui media TV bandara.
Lebih lanjut disampaikannya pula, per tanggal 22 Agustus 2022, Bandara I Gusti Ngurah Rai melayani rata-rata 22 ribu penumpang/hari. Dan sejak diumumkannya kasus Cacar Monyet pertama kali pada 20 Agustus 2022 lalu, hingga saat ini dipastikan belum memberikan pengaruh terhadap penurunan penumpang.
“Saat ini dunia pariwisata sedang mengalami pertumbuhan setelah adanya penurunan kasus Covid-19. Untuk menjaga momentum tersebut, kami senantiasa mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna jasa bandara untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dimanapun, agar penyebaran virus Cacar Monyet dapat dicegah. Tidak merebak di Pulau Bali, dan Cacar Monyet tidak menjadi wabah di Indonesia,” pungkasnya. (adi/jon)








