
DENPASAR – Sempat tidak digelar karena masa pandemi Covid-19, Kejuaraan Bulutangkis bertitel Anugerah LMATS Open 2022 akhirnya digelar kembali di GOR Bulutangkis Anugerah Denpasar dan dibuka Ketua Umum Pengprov PBSI Bali I Wayan Winurjaya, Senin (15/8/2022). Tak tanggung-tanggung peserta yang ambil bagian datang dari Pulau Jawa dan Nusa Tenggara Barat (NTB)
Menurut owner LMats Bali, I Kadek Agus Ardika, total untuk klub yang ambil bagian berjumlah 54 klub dengan total pebulutangkis 511 pebulutangkis putra dan putri. Sedangkan untuk kategori yang dipertandingkan, untuk tunggal yakni pra usia dini putra dan putri, usia dini putra dan putri, anak anak putra dan putri, pemula putra dan putri, remaja putra dan putri, taruna putra dan putri, dewasa putra dan putri serta dewasa putra. Sedangkan untuk ganda untuk kategori anak-anak putra dan putri, pemula putra dan putri, remaja putra, taruna putra dan dewasa putra dan putri.
“Ini program rutin setiap tahun dan saya berharap digelar kejuaraan ini para pebulutangkis kita bisa rutin mengikuti kejuaraan dan bisa menjadi atlet berprestasi sehingga memang kejuaraan ini bisa menjadi ajang muculnya atlet-atlet berprestasi. Muara ke depannya pebulutangkis kita bisa bersaing di kejuaraan lebih tinggi yang digelar di luar Bali,” harap Agus Ardika.
Hanya saja lanjutnya, beberapa pebulutangkis di Jawa tidak bisa ikut karena berbenturan dengan kegiatan di Jawa Barat, sehingga beberapa pebulutangkis ada yang ikut kegiatan di Jawa Barat itu.
“Intinya kejuaraan ini bisa melahirkan atlet berprestasi khususnya Bali dan membawa Bali di even-even lebih tinggi seperti nasional maupun internasional,” tegasnya.
Di lain pihak, Wayan Winurjaya menambahkan, PBSI Bali salut karena even ini bisa kembali digelar ketiga kalinya meski sempat terhenti karena masa pandemi Covid -19.
“Tapi itu tidak mengurangi semangat GOR Anugerah dan LMATS dalam menggelar kejuaraan, bahkan even ini jangkauannya hal lebih luas karena menjangkau Jawa dan NTB. Apalagi dengan pengembangan peserta sampai ke Jawa, berarti kita tahu kompetisi di pulau Jawa, yang kita tahu kualitas pebulutangkis jauh karena konsisten dalam latihan dan selalu menyelenggarakan even. Sebenarnya Bali tidak kalah hanya memang diperlukan totalitas dan fokus Latihan saja,” pungkas Winurjaya. (ari/jon)








