
KUTSEL – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung membangun Jalan Lingkar Selatan berangsur-angsur mengalami progres positif. Salah satunya, melalui pelebaran Jalan Terompong yang baru-baru itu telah dibebaskan kaitan pula dengan kepentingan suksesnya penyelenggaraan KTT G20 di bulan November 2022 nanti.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung IB Surya Suamba menuturkan, selain pelebaran badan jalan di Lingkungan Peminge, kini juga sedang dilakukan pengaspalan terhadap lahan yang telah terbebaskan di wilayah Lingkungan Sawangan.
“Yang sedang kita kerjakan adalah pengaspalan yang telah kita bebaskan sepanjang 1 kilometer di wilayah Sawangan,” ungkapnya, Minggu (7/8/2022).
Kaitan hal tersebut, maka diakui dia, ada sejumlah lahan yang masih menjadi PR untuk dibebaskan. Lahan-lahan tersebut berada di wilayah Ungasan, Pecatu, dan Jimbaran.
“Jalan Lingkar Selatan itu mulai dari Peminge, Sawangan, Kutuh, Ungasan, Pecatu, dan Jimbaran,” ucapnya sembari mengungkapkan bahwa untuk pembebasan lahan tersebut dibutuhkan anggaran sekitar Rp 800 Miliar.
“Soal anggaran itu, silahkan tanyakan langsung ke Pak Sekda,” tambahnya kaitan dengan pembangunan Jalan Lingkar Selatan yang rata-rata akan memiliki lebar 24 meter tersebut.
Terpisah sebelumnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengakui, Jalan Lingkar Selatan merupakan salah satu program yang sempat terhambat. Karena pandemi Covid-19, telah mengakibatkan pihaknya harus berfokus untuk membantu kebutuhan masyarakat Badung.
“Saya harus fokus urusan masalah bantuan langsung tunai. Begitu juga dengan bantuan keluarga harapan. Saya tidak mau masyarakat Kabupaten Badung sampai kekurangan makan dan minum,” jelas Giri Prasta seraya mengatakan hal itu dilakukan sesuai dengan Permendagri.
Namun demikian, dirinya memastikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Selatan masih berproses. Hal tersebut dibuktikan oleh adanya pembebasan lahan yang telah dilaksanakan di wilayah Sawangan. (adi/jon)








