
GIANYAR – Bantuan sosial untuk upacara ngaben di Kabupaten Gianyar telah dianggarkan dalam APBD perubahan tahun 2022 dan mendapat persetujuan anggota DPRD pada rapat paripurna, Senin (25/7/2022).
Pada rapat paripurna, Made Togog dari Fraksi Golkar menyoroti bansos untuk upacara ngaben yang tahun 2021 ditiadakan lantaran pendapatan daerah menurun dan anggaran diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.
Tak hanya ngaben, Made Togog juga menanyakan kejelasan dana cadangan menyongsong Pemilukada 2024.
Menanggapi hal itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, dana cadangan Pemilukada dianggarkan Rp 30 miliar pada tahun 2023. Sedangkan bantuan biaya ngaben Rp 2 juta per sawa.
“Bantuan ngaben kita berikan Rp 2 juta per sawa. Ini tidak mungkin saya abaikan karena ini program kita bersama. Jadi, ini bisa kita cairkan terkecuali proposalnya masuk terlambat,” kata Made Mahayastra.
Sementara itu, dalam rancangan APBD Perubahan tahun 2022 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 2,437 triliun lebih. Terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp 1,188 triliun lebih atau 48,76 persen. Pendapatan Transfer direncanakan sebesar Rp 1,248 triliun lebih atau 51,24 persen.
Dibandingkan PAD Induk Tahun Anggaran 2022, rencana PAD dalam rancangan perubahan mengalami peningkatan sebesar Rp 263,634 miliar lebih atau 28,51 persen. Peningkatan PAD dalam rancangan Perubahan APBD telah mempertimbangkan potensi yang terjadi di lapangan.
Selanjutnya, Belanja Daerah dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022, direncanakan sebesar Rp 2,476 triliun lebih, yang terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp 1,782 triliun lebih atau 71,98 persen dari total belanja daerah, Belanja Modal sebesar Rp 472,398 miliar lebih atau 19,07 persen, Belanja Tidak Terduga Rp 600 juta atau 0,02 persen dan Belanja Transfer sebesar Rp 220,802 miliar lebih atau 8,91 persen.
Dalam perhitungan akan terjadi defisit anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2022 yaitu Rp 39,701 miliar lebih dan akan dapat ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp.39,701 miliar lebih. (jay)








