
DENPASAR-Kancah musik Bali kembali disemarakkan dengan hadirnya grup band remaja berbakat di Denpasar Coral Tamarind yang baru dibentuk setahun lalu. Band digawangi para musisi muda ini dengan penuh percaya diri meluncurkan single anyar ‘Tanpe Restu’.
Single ini merupakan garapan perdana dari Coral Tamarind, yang mengisahkan soal percintaan dua sejoli. “ Terimakasih kami mewakili grup band, akan meluncurkan sebuah single klip perdana berjudul Tanpe Restu,” ujar Ogix sang vokalis, saat ditemui di Warung BK, Jalan Kenyeri, Kamis (30/6/2022).
Ogix yang baru duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) ini mengatakan, perjalanan band yang dibentuk setahun lalu, tepatnya Agustus 2021, adalah dedikasi bersama teman-temanya yang usianya tidak beda jauh dengan dirinya. “ Saya saja yang masih SMP, sedangkan pemain gitar, bass dan drum sudah SMA, “ ucapnya.
Untuk lagu diciptakan oleh Dekpol_ Poloband sedangkan video digarap Navapro. Kiprah anak band yang mengusung genre Rock Alternatif itu, beberapa kali menjuarai ajang lomba band. “ kita meraih Juara 3 dalam lomba music yang digelar salah satu kampus di Denpasar, belum lama ini,” ungkap Ogix.
Wijaya pemain guitar melody menambahkan, untuk ajang -ajang band beberapa even diikuti. “Ada yang mewakili sekolah juga, khusus music kita masuk nominasi, “ ujar Wijaya.
Mereka berharap single yang akan dilepas ini dapat menghibur masyarakat pecinta music di Bali. “ Single ini berbahasa Bali, kalau dalam ajang lomba yang diikuti beberapa waktu lalu, kami bawakan lagu berbahasa Inggris,” kata Wijaya.
Personil Coral Tambarind terdiri dari Ogix ( vocal), Wijaya ( Guitar Melody), Brahma (Basis) dan Wiguna (Drumer ),sedangkan manager adalah Dekpol_Poloband.
Sementara itu, rencananya single Tanpe Restu ini akan diluncurkan di salah satu tempat karaoke keluarga di Denpasar, Jumat (1/7/2022) ini. “ Semoga karya -karya kami bisa diterima public dan semoga juga bisa menghibur,” harapnya.
Selaku pengamat musik I Made Adnyana mengapresiasi lahirnya grup music remaja di Bali. Hal ini pertanda kancah music di Bali dengan berbagai genre semakin meyakinkan tumbuhnya generasi baru. Sehingga memberi harapan music di Bali bahkan panggung nasional akan terus berkembang. “ Saya memperhatikan pasca Pandemi banyak lahir talenta -talenta di bidang nyanyi, music khususnya kalangan anak -anak di Bali , hal ini sangat mengembirakan,” ungkap Adnyana yang juga dosen di salah satu universitas di Denpasar itu.
Adnyana yang juga seorang jurnalis ini mengungkapkan, terlebih perkembangan digital yang sangat mempengaruhi serta mempermudah orang berkarya menghasilkan karya-karya berupa lagu, music dan sebagainya. “ Sekarang sangat gampang, dimana dunia digital sangat mempermudah orang bisa cepat dikenal, orang gampang mempertontonkan karya, akan tetapi semua ada prosesnya, bukan karbitan,” pungkasnya. (sur)








