
KUTA – Beberapa ruas jalan nasional kaitan dengan venue KTT G20 kini telah tersentuh pengaspalan. Namun menariknya, justru akses keluar masuk Bandara I Gusti Ngurah Rai masih burik alias dihiasi titik-titik rusak dan tambal sulam.
Dikonfirmasi soal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Bali Muhammad Solthon mengakui pihaknya memang rencana melakukan pengaspalan dari titik Bundaran Tugu I Gusti Ngurah Rai menuju ke arah bandara. Namun itu akan didahului peninggian kereb jalan.
“Sudah kami rencanakan. Tapi kami akan lakukan peninggian kereb di tengah terlebih dahulu. Kalau tidak, ketika kami lakukan pengaspalan 5 cm saja, dia akan sudah tenggelam. Makanya kami akan tinggikan kerebnya dahulu, baru kemudian diaspal,” ungkapnya.
Pekerjaan tersebut, sambung dia, tidaklah total hingga Bandara I Gusti Ngurah Rai. Melainkan terbatas hanya sampai titik gapura masuk kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, sekitar Taman Satria Gatotkaca.
“Untuk dari bundaran Ngurah Rai ke arah bandara kami memang akan ada (pengaspalan) juga. Tapi kami berbatasan dengan gapuranya Angkasa Pura atau sekitar Taman Gatotkaca. Jadi mungkin untuk selanjutnya, nanti dari pihak bandara sendiri yang akan mengaspal,” sebutnya.
Dikonfirmasi terpisah, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan memastikan, pihaknya sudah memberikan atensi terhadap kondisi jalan tersebut. Perbaikan rencana akan dilakukan pada titik-titik tertentu.
“Kami akan lalukan perbaikan spot uang memang sudah butuh diperbaiki,” singkatnya. (adi/jon)








