
DENPASAR – Pasangan suami istri berinisial HSP (23) dan LAN (22) harus berurusan dengan polisi. Mereka terekam CCTV mencuri besi tutup got di Jalan Gurita I, Perumahan Pedungan Indah, Banjar Dukuh Pesirahan, Pedungan, Denpasar Selatan, pada Rabu (8/6/2022). Mirisnya, mereka mengaku melakukan perbuatannya demi bisa membeli obat untuk anaknya yang sakit.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengatakan, kasus ini dilaporkan oleh Gede Agung P (42) setelah mendapat informasi dari Kepala Lingkungan Perumahan, I Gede Wartana. Pelapor pun mengecek bersama penghuni lainnya dan diketahui ada satu tutup besi raib.
Pelapor melihat rekaman CCTV dan diketahui seorang pria dan perempuan mengendarai motor Beat DK 5798 ADF yang mengambil. “Rekaman CCTV tersebut diunggah oleh pelapor melalui akun @agungkanaka sambil menandai beberapa akun media sosial lainnya, sehingga viral,” ujar Sukadi, Selasa (14/6).
Menindaklanjuti informasi viral tersebut, Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Selatan melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV. Petugas juga melacak nopol kendaraan dan diketahui milik LAN beralamat di Jalan Noja Saraswati III, Denpasar. “Saat dicek ke alamat tersebut, ternyata LAN sudah pindah bersama suaminya di Jalan Pulau Belitung I Nomor 4, Pedungan,”beber Sukadi.
Akhirnya pada Sabtu (11/6/2022) sekitar pukul 23.30 WITA, petugas melakukan penangkapan pasangan suami istri asal Banyuwangi, Jawa Timur itu di dalam kamar kosnya. Saat diinterogasi, HSP dan LAN mengakui mencuri tutup got sambil mengajak anaknya yang masih berusia tiga tahun. Ternyata, keduanya sudah 11 kali melakukan aksi yang sama.
“Kedua tersangka pernah mencuri besi tutup got di Jalan Gelogor Carik Pemogan, Jalan Piranha, Jalan Intaran, Denpasar Selatan. Lalu di Jalan Gatsu Timur Denpasar Timur, Jalan Jalan Buluh Indah Denpasar Utara, Jalan Kebo Iwa Denpasar Barat, dan Jalan pantai Berawa, Kuta Utara,” bebernya. Mereka menjual hasil curian di Tempat Rongsokan, Jalan Bung Tomo, Denpasar Barat, seharga Rp 126 ribu.
Uang itu dipakai guna membeli obat anaknya yang sedang sakit dan sisanya untuk makan. LAN awalnya sempat melarang HSP untuk mencuri. Tapi akhirnya tetap dilakukan karena sangat memerlukan uang, mengingat keadaan HSP yang sudah tidak lagi bekerja di tempat proyek dan LAN tidak mendapat orderan sebagai tukang jahit selama pandemi. (dum)








