
DENPASAR – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali menguji kecerdasan anak bangsa melalui lomba cerdas cermat Susastra Bali di Sekretariat DPD PDIP Vali, Rabu (1/6/2022). Lomba cerdas cermat Susastra Bali, dirangkaikan dengan Hut PDIP Bali dan Hari Kesaktian Pancasila 1 Juni 2022.
Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster menguji kecerdasan anak-anak peserta lomba seusai kegiatan lomba cerdas cermat Susastra Bali dan penyerahan hadiah kepada peserta lomba pada grand final. Lomba cerdas cermat Susastra Bali, mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), SMP, SMA dan SMK semuanya mempergunakan bahasa Bali halus.
Menariknya, ketika Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster menguji kecerdasan siswa yang ikut lomba, Wayan Koster yang juga gubernur Bali ini langsung menjanjikan hadiah pada setiap pertanyaan yabg bisa dijawab. Besarnya hadiah yang diberikan juga tidmak tanggung-tanggung mulai dari nilai Rp 1 juta bagi yang bisa menjawab tetapi belum sempurna. Sementara hadiah sebesar Rp 1.5 juta diberikan pada siswa yang bisa menjawab secara sempurna. Tak heran, saat dijanjikan hadiah semua nampak semangat untuk memperhatikan setiap pertanyaan yang dilontarkan Ketua DPD PDIP Wayan Koster. Dalam menjawab setiap pertanyaan, siswa yang mau menjawab tidak diperbolehkan membuka mbah google.
“Tidak boleh ada siswa yang membuka google,”pintanya.
Wayan Koster mulai melontarkan satu persatu pertanyaan yang diawali dari meminta siswa menjelaskan Visi dan Misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Apa saja yang terkandung dalam Sad Kerthi yang dituangkan dalam visi tersebut. Ketua DPD Wayan Koster juga minta agar visa dijawab terdiri dari apa saja Sad (6) Kerthi yang dimaksud.
Pertayaan berikutnya, Ketua DPD Wayan Koster Pergub berapa yang mengatur tentang penggunaan Busana adat Bali dan Perda Kebudayaan.
“Terakhir saya berikan pertanyaan tentang soal matematika. Siapa bisa menjawab soal matematika Sinus 2Alpha,”pintanya.
Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Ketua DPD Wayan Koster terutama tentang visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, tidak bisa dijawab secara sempurna. Bahkan siswa nampak binggung saat visi misi tersebut mengimplementasikan ajaran Tri Sakti Bung Karno.
“Jawabannya sudah mendekati tetapi belum sèmpurna, saya kasih hadiah Rp 1 juta,” ucapnya.
Sementara dalam pidatonya Ketua DPD Wayan Koster menyampaikan, sebagai orang Bali harus mencintai dan bangga dengan budaya Bali. Dalam budaya Bali itu, ada tradisi seni budaya dan kearifan lokal.
“Bali memiliki keunikan dan keunggulan dan tidak ada dimiliki oleh orang lain sehingga tidak ada orang lain mengalahkan Bali dari segi budaya,”katanya.
Wayan Koster menambahkan, warisan yang diberikan para leluhur harus dipertanggungjawabkan agar Bali tetap eksis dan ajeg berkesinambungan menghadapi perkembangan zaman dengan teknologi yang berkembang cepat.
Wayan Koster berharap, budaya Bali menjadi warisan sepanjang zaman dari generasi ke generasi. Sebab, Bali tudak memiliki sumber daya alam seperti daerah lain dan Bali hanya dianugrahi kekayaan, keunikan keunggulan budaya. Bali harus bisa hidup dan surviv dengan budaya sesuai visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana.
Mengakhiri sambutannya Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster mengajak semua generasi penerus kebudayaan Bali untuk memahami bahasa Bali dengan utuh dan bahasa Indobesia wajib digunakan di sekolah. Sebab, kedua bahasa ini merupakan warisan leluhur yang digunakan sebagai alat komunikasi di masyarakat.
“Bahasa asing juga perlu dipelajari untuk bekerja. Ketiga ketiganya harus menjadi tata cara menjalankan kehidupan,”pungkasnya.
Juara Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali Tingkat Sekolah Dasar :
- Juara I: SD 17 Dauh Puri Kota Denpasar
- Juara II: SD 6 Negeri Gianyar.
- Juara III : SD 1 Agantaka Badung
- Juara Harapan : SD 1 Baler Bale Agung, Jembrana
Juara Lomba Cerdas Cermat Susastra Bali Tingkat SMP
- Juara I : SMP Negeri 2 Amplapura
- Juara II : SMP Negeri 2 Semarapura Klungkung
- Juara III : SMP Negeri 1 Abang Karangasen. (arn/jon)








