
JEMBRANA – Jemaat Gereja Siloam di Banjar Pangkung Tanah, Desa/Kecamatan Melaya, kini memiliki tempat peribadatan baru. Menyusul rehab dan perluasan gedung lama sudah dirampungkan.
Gereja yang dinamai Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB) Jemaat Siloam, Minggu (22/5/2022) diresmikan berikut penandatangan prasasti langsung oleh Bupati I Nengah Tamba, disaksikan Asisten II, IGN Sumber Wijaya, serta pejabat Muspika Kecamatan Melaya.
Pada kesempatan itu, Bupati Tamba menyampaikan apresiasi atas terwujudnya bangunan gereja. “Dengan keberadaan gereja diharapkan mendekatkan umat untuk melaksanakan ibadah,”terangnya.
Bupati Tamba mengingatkan, setelah diresmikan, para jemaat dapat menjaga dan merawat gereja ini dengan baik.
“Ini adalah rumah Tuhan. Jadikan gereja sebagai tempat ibadah serta sarana membangun relasi antar jemaat maupun masyarakat luas,” harapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya gereja sebagai media edukasi masyarakat, dalam menanamkan nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai sosial, kebudayaan dan kebangsaan Indonesia.
Jemaat GKPB Siloam juga diminta menjaga dan merawat harmonisasi dan toleransi antar umat beragama, sehingga kerukunan di Jembrana semakin kuat dan erat.
“Kerukunan antar umat beragama yang kuat dan erat di Jembrana menjadi modal besar kita di Jembrana dalam menyongsong Jembrana Emas tahun 2026,” tegasnya.
Sementara perwakilan jemaat I Wayan Sujana Raharja menuturkan bahwa sebelum perubahan, gereja tidak dapat menampung umat yang kian bertambah, sehingga bersama-sama para jemaat secara sukacita pembangunan gereja lama diperluas.
Kini gereja telah rampung dan menjadi tempat peribadatan Jemaat Siloam Pangkung Tanah mencapai 103 KK.
Sujana Raharja yang juga mantan dewan, menyampaikan rasa terimakasih kepada Bupati Tamba atas peresmian gereja sekaligus hadir di perayaan HUT ke-28 GKPB Jemaat Siloam Pangkung Tanah ini.(ara,dha)








