
JEMBRANA – Untuk kali pertama, Jembatan Syarif Tua di perbatasan Kelurahan Loloan Barat dan Loloan Timur, dijadikan tempat bersilaturahmi antara pemerintah, tokoh umat, pemuda, termasuk tokoh lintas agama, Sabtu (21/5/2022).
Jembatan dihiasi karpet biru dan digelar berbagai atraksi seni budaya Melayu. Mulai Pencak Silat, Hadrah, Ambur Salim hingga berbalas pantun. Sisi jembatan juga ramai berbagi stan kuliner khas Loloan.
Suguhan budaya yang dipertontonkan para pemuda di kedua kampung Melayu itu, menambah suasana silaturahmi berjalan semarak dan penuh persaudaraan.
Silaturahmi serangkaian Idul Fitri di Jembatan Syarif Tua, selain dihadiri Bupati I Nengah Tamba, Forkopimda Kabupaten Jembrana, termasuk FKUB di Kabupaten Jembrana, hadir juga H Yunus anggota dewan asal Kelurahan Loloan Timur, serta tokoh masyarakat dan pemuda di kedua kelurahan tersebut.
Menurut Bupati Tamba, Jembatan Syarif Tua sangat bersejarah lantaran berada di atas aliran Sungai Ijo Gading yang membelah kampung ini.
“Sungai di sini, dulunya menjadi pintu masuknya budaya Melayu termasuk masuknya Islam di Jembrana,” kata Bupati.
Bupati Tamba berharap penyelenggara silaturahmi berikutnya dapat dikemas lebih atraktif dan semarak. Mengingat Loloan, kaya akan khasanah budaya Melayu. Bupati Tamba juga menyampaikan keinginannya membangun sebuah rumah panggung di Loloan, sebagai pusat budaya di kedua kampung ini.
Rumah panggung sekaligus tempat menjaga warisan budaya loloan agar tetap lestari. “Rumah panggung nanti bisa dimanfaatkan sebagai tempat kreativitas budaya. Kami bersama jajaran tengah merancang hal itu,“ tegasnya. (ara,dha)








