
KUTA – Bandara I Gusti Ngurah Rai kini dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain sebagai wujud kontribusi kelestarian lingkungan dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), pembangunannya sekaligus dimaksudkan untuk mendukung perhelatan KTT G20.
“Pembangunan PLTS ini sekaligus menjadi langkah awal dari komitmen besar kami dalam mendukung upaya pemerintah mewujudkan net zero emission (NZE) di tahun 2060,” sebut Direktur Utama PT. Angkasa Pura I, Faik Fahmi, Kamis (19/5/2022).
Di tahap awal, PLTS yang akan dibangun itu berupa 288 unit solar panel system (photovoltaics) berkapasitas maksimal 155 kilo watt peak (kWp). Keberadaannya dimaksudkan untuk menyuplai energi surya pada area Gedung Parkir Internasional, Gedung Parkir Domestik, dan Toll Gate Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.
“PLTS ini dibangun dan akan dikelola oleh anak usaha Angkasa Pura I yaitu Angkasa Pura Property yang telah memiliki Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik (IUJPTL),” sambungnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama Angkasa Pura Property, Ristiyanto Eko Wibowo mengatakan, pembangunan PLTS di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi perusahaan dalam mendukung terwujudnya misi Angkasa Pura I sebagai induk perusahaan.
“Ini juga menjadi portofolio bisnis baru bagi Angkasa Pura Property yang tahun ini sedang melakukan transformasi strategi bisnis untuk menjadi pemimpin dalam perusahaan pengelola properti dan konstruksi di segmen industri Aviasi dan Pariwisata,” ucapnya.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, Angkasa Pura I sesungguhnya telah menerapkan sejumlah kebijakan perusahaan yang berkorelasi positif terhadap konservasi energi. Selain sistem panel surya, itu di antaranya berupa penggunaan biofuel atau materi lainnya terkait energi terbarukan, mengurangi konsumsi listrik dengan menggunakan sistem sensor otomatis gedung, serta pendingan magnetik. (adi/jon)








