
JEMBRANA – Salah satu misi yang dijalankan Pemkab Jembrana, adalah melalui Atma Kerthi. Dengan melaksanakan program ngaben masal di setiap Kecamatan. Bahkan untuk meringankan biaya di tingkat krama peserta ngaben, dibantu pembiayaannya alias peserta tidak lagi dipungut biaya.
Seperti pelaksanaan Ngaben masal di Kecamatan Negara, ditempatkan di bangsal desa adat Dharma Laksana, Desa Kaliakah Kecamatan Negara Senin (16/5/2022).
Ngaben masal yang diikuti 205 peserta, terdiri nyekah 96 peserta, mamungkah 5 peserta, ngelungah 105 peserta. Plus tambahan 40 peserta khusus mengikuti upacara metatah masal atau potong gigi.
Acara ngaben dan metatah masal tersebut dihadiri langsung Bupati I Nengah Tamba sekaligus menyerahkan simbolis bantuan ngaben dan potong gigi kepada panitia karya sebesar Rp275 juta, diterima Ketua panitia karya Nengah Sudama.
Hadir pula dalam upacara tersebut Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia, Camat Negara, serta Forkopimcam di Kecamatan Negara.
Bupati Tamba bahwa bantuan ngaben masal merupakan wujud misi atma kerthi, sekaligus bentuk perhatian pemerintah kepada desa adat dalam meringankan beban masyarakat, utamanya kegiatan upacara keagamaan (pitra yadnya).
“Kita selaku pemerintah di kabupaten telah mengalokasikan dana pengabenan secara kolektif (atma wedana) di masing-masing kecamatan. Semoga bantuan ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” harapnya.
Bupati Tamba menambahkan, selama upacara pitra yadnya diharap masyarakat selalu menjaga kebersihan di areal tempat upacara ini, kebersihan adalah hal penting untuk selalu dilaksanakan.
Sementara Nengah Sudama dalam laporan pelaksanaan ngaben dan metatah kolektif (atma wedana) di desa adat Dharma Laksana, Kaliakah, Kecamatan Negara melibatkan 246 peserta. Terdiri dari krama se-Kecamatan Negara. (ara,dha)








