
GIANYAR – Empat orang yang mengaku sebagai mahasiswa asal Bekasi, Jawa Barat, diperiksa penyidik Unit Reskrim Polsek Ubud.
Mereka diamankan setelah polisi mendapat laporan dari guru dan orang tua yang resah karena anak-anaknya mengalami gejala pusing dan demam usai menyantap kue pemberian keempat orang itu.
Kapolsek Ubud Kompol I Made Tama mengatakan, dari empat orang yang diamankan, tiga orang wanita dan seorang laki-laki. Mereka ada tujuh orang datang dari Bekasi dan beberapa orang berwisata ke Gianyar.
“Awalnya, ada informasi dari media sosial dan grup WhatsApp. Kami melakukan penyelidikan kemudian keempatnya kami amankan depan SMPN 1 Ubud,” kata Kompol I Made Tama, Kamis (7/4/2022).
Keempatnya dimintai keterangan terkait alasannya membagikan kue ke para siswa. Hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan adanya unsur pelanggaran hukum.
“Mereka mengaku berada di Bali untuk jalan-jalan dan liburan dikoordinir oleh seseorang untuk berbagi kasih. Wujud berbagi kasih mereka itu adalah dengan membagikan kue dan gelang,” ungkap I Made Tama.
Polisi juga membawa satu boks kue berisi 100 biji untuk diperiksa Labfor.
“Hasil pemeriksaan menggunakan alat test narkoba hasilnya negatif. Kendati demikian, kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari Satresnarkoba Polres Gianyar,” tandas Kapolsek.
Setelah diperiksa, keempat orang tersebut dipulangkan, tapi masih tetap dalam pengawasan polisi. (jay)








