
GIANYAR – 12 hektar sawah di Subak Temesi Ganyar terancam kekeringan menyusul jebolnya saluran irigasi yang berada di bawah tumpukan TPA.
Perbekel Temesi, Ketut Branayoga mengatakan, saluran irigasi tersebut melewati TPA Temesi. Di atas saluran itu berisi tumpukan sampah dan sering dilalui alat berat.
Jebolnya saluran irigasi disinyalir karena dak beton tidak kuat menahan alat berat yang saat itu dipakai memindahkan sampah dari timur ke barat.
“Di tengah-tangah TPA itu ada saluran irigasi tertutup beton. Pas pemindahan sampah hujan dan jebol,” kata Ketut Branayoga, Kamis (24/3/2022).
Menurut perbekel yang baru dilantik ini, ketebalan beton hanya 10 cm sehingga kekuatannya dnilai kurang bagus.
“Pembuatan dak itu menggunakan dana desa yang anggarannya terbatas. Ketebalannya 10 centimeter, tapi jebolnya 10 meter. Kalau dilalui air irigasi maka airnya akan meluber terbuang,” ujarnya.
Pekaseh dan petani sudah melapor ke pihak TPA dan cepat ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan memasang pipa berukuran 10 dim agar air tidak tersumbat. Saat ini, lahan ditanami padi dan bunga pacah.
“Sekarang musim padi dan bunga pacah yang ditanam di lahan seluas 12 hektar. Pelayanan cepat, saat pekaseh melopor langsung ditangai. Saat ini masih dipasang,” ujarnya. (jay)








