GIANYAR – Memaksimalkan pascapanen tanaman herbal di tahun 2022 ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Gianyar menerima bantuan sarana pengolahan komoditas pertanian.
Sarana pengolahan ini khusus untuk komoditas tanaman herbal yang berhubungan dengan bio farmakologi.
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Distas Gianyar, I Wayan Suarta, Rabu (22/3/2022) menyebutkan ada tiga jenis bantuan sarana yaitu mesin pengolah pasca panen bio farmakologi senilai sekitar Rp 95 juta, mesin pengolahan tanaman herbal senilai sekitar Rp 80 juta dan rumah produksi dengan nilai sekitar Rp 230 juta.
“Bantuan ini sudah dalam proses tender dan pengadaannya ada di Dinas Pertanian Provinsi,” ungkapnya.
Sedangkan penerima bantuan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Turus Lumbung, Desa Singakerta. Dengan bantuan ini, KWT Turus Lumbung akan melakukan kegiatan pengolahan tanaman herbal yang berhubungan dengan bio farmakologi. Pengolahan tanaman herbal tersebut seperti membuat bubuk/tepung dari tanaman obat atau berupa cairan ekstrak. Tanaman herbal ini selain berasal dari umbi, buah, daun, kulit dan bagian lain dari tanaman herbal.
“Bantuan lain belum ada informasi, biasanya kalau bantuan bibit turunnya di anggaran perubahan,” ujarnya.
Tahun sebelumnya, Dinas Pertanian Gianyar juga mendapat bantuan bibit holtikultura berupa tanaman kubis untuk lahan 10 hektar.
“Bantuan tahun lalu dari Kementerian Pertanian berupa bantuan bibit holtikultura, khusus tanaman sayur, kubis dan sayuran lain,” jelasnya. Bantuan ini diberikan kepada petani di Kecamatan Payangan guna mengembangkan tanaman tumpang sari di areal perkebunan jeruk. (jay)








